Musi Rawas,mataelangindonesia.com-3 September 2025.Pemerintah Desa Wukirsari, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahap kedua tahun 2025 kepada 24 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Kamis (3/9/2025).

Kepala Desa Wukirsari, Suroyo, menjelaskan kepada Media Mata Elang Indonesia bahwa setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp600.000 per bulan untuk dua bulan, yaitu Agustus dan September 2025. Penyaluran dilakukan secara langsung dan dihadiri oleh pihak kecamatan, BPD, pendamping lokal desa, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan rumah tangga, terutama bagi warga lanjut usia, penyandang disabilitas, dan warga yang sedang sakit,” ujar Kades Suroyo.

Selain penyaluran BLT, Pemerintah Desa Wukirsari juga melaksanakan titik nol pembangunan sejumlah kegiatan infrastruktur yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap II tahun 2025, meliputi:

1. Normalisasi Saluran Air

Panjang: 120 meter

Tinggi: 0,3 meter

Lebar: 0,4 meter

Anggaran: Rp10.800.000

2. Tembok Penahan Tanah (TPT)

Panjang: 175 meter

Tinggi: 0,5 meter

Lebar: 0,25 meter

Anggaran: Rp40.000.000

3. Pembangunan Plat Deker

Panjang: 0,5 meter

Lebar: 1 meter

Tebal: 0,15 meter

Anggaran: Rp55.450.000

4. Pembuatan Drainase

Panjang: 166 meter

Tinggi: 0,6 meter

Lebar: 0,6 meter

Anggaran: Rp90.000.000

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Dusun 2 dan Dusun 4, dengan pendampingan langsung dari unsur kecamatan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPD, serta pendamping lokal desa.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Tugumulyo, Santi Oktarina, menyampaikan bahwa penyaluran BLT di wilayahnya berjalan lancar dan transparan.

> “Alhamdulillah, hari ini sebanyak 24 KPM di Desa Wukirsari sudah menerima bantuan. Sepengetahuan kami, tidak ada pemotongan dana BLT di wilayah Kecamatan Tugumulyo,” tegasnya.

Kegiatan pembagian BLT dan pelaksanaan titik nol pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat pembangunan infrastruktur dasar desa.

(Red: Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *