

Nagan raya. Mata elang Indonesia com. Pada senin, 18 Mei 2026, Lembaga penyelamat lingkungan hidup indonesia-kawasan Laut Hutan dan industri LPLHI-KLHI Nagan raya melakukan kegiatan sosialisasi pemanfaatan limbah pabrik Kelapa sawit untuk menunjang pendidikan pembelajaran Prakarya di SMP 1 Kuala Nagan Raya
Ketua LPLHI-KLHI Ibnu hakim M.P menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari strategi lembaga kami untuk memperkuat komitmen terhadap lingkungan hidup secara berkelanjutan.
“Program kegiatan tersebut tidak hanya menuntut memanfaatkan potensi limbah di sekitarbsekolah, tetapi juga perubahan pola pikir dan perilaku seluruh siswa sekolah SMP 1 Kuala. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa pendidik dan peserta didik memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya pengelolaan sampah,dan memanfaatkan potensi disekitar sekolah terutama melalui pembelajaran prakarya,” ujarnya.
Ibnu hakim juga menjelaskan bahwa setelah pendidik dan peserta didik mendapatkan materi, langkah selanjutnya adalah menyusun program pendampingan bagi murid, mulai menggali potensi limbah, pemanfaatan limbah PKS, hingga penguatan karakter peduli lingkungan.
M. Haris lazuar saragih pemateri dari PT. socfindo Seunagan menjelaskan secara rinci konsep dan potensi pemanfaatan limbah PKS, mulai dari pemilahan sampah, pemanfaatan untuk kerajinan dan nilai ekonomi.
“Sampah PKS sebenarnya bukan masalah karena pada tanaman sawit semua bisa digunakan . Sampah/Limbah PKS memiliki nilai ekonomi dan sosial. Limbah PKS bukan hanya tentang pengelolaan sampah, tetapi tentang membangun kesadaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan,” jelas m. Haris.
M. Haris lazuar saragih menjelaskan secara rinci konsep pemanfaatan sampah pabrik Kelapa sawi, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, sistem penimbangan dan pencatatan, hingga potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari sampah yang dikelola dengan baik.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dan keterlibatan semua pihak dalam pengelolaan/ pemanfaatan limbah PKS di sekolah. Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis dalam menanamkan kebiasaan baik dan kreatif sejak dini kepada generasi muda.
“Jika anak-anak sudah terbiasa berfikir kreatif dan memahami manfaatnya sejak sekolah, maka kebiasaan itu akan terbawa hingga dewasa. Peran guru dan tenaga kependidikan sangat penting sebagai penggerak dan pendamping,” tambahnya.
Sampah sebenarnya bukan masalah jika dikelola dengan benar. Sampah memiliki nilai ekonomi dan sosial. Limbah PKS bukan hanya tentang sampah , tetapi tentang membangun kesadaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan,” jelas m.haris.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, kepala sekolah SMP 1 Kuala Hj. Neni Malia, S.P,. M.Pd menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. hal tersebut juga merupakan tanggung jawab secara moral di sekolah melalui Adiwiyata tidak hanya dimaknai sebagai acara seremonial semata, tetapi sebagai upaya nyata membangun kesadaran ekologis seluruh tenaga pendidik dan peserta didik sekolah SMP 1 Kuala.
Kepsek juga mengatakan keterlibatan aktif pendidik dan peserta didik sebagai garda terdepan, sekolah berharap pengelolaan dan pemanfaatan sampah dapat diterapkan secara konsisten dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari murid untuk membangun daya fikir yang kreatif. Ke depan, SMP Negeri 1 Kuala berencana memperluas program ini melalui praktik langsung, kolaborasi dengan pihak LPLHI-KLHI dan pelaku Usaha industri PKS , serta integrasi pendidikan lingkungan ke dalam proses pembelajaran.
Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam menciptakan sekolah kreatif dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat Adiwiyata dan pendidikan karakter yang holistik.
Pentingnya konsistensi dan keterlibatan semua pihak dalam pemanfaatan limbah PKS di sekolah. karena sekolah memiliki posisi strategis dalam menanamkan kebiasaan baik dan kreatif sejak dini kepada generasi muda.
penulis. Ibnu.
