
Mediamataelangindonesia.com-Wilayah Pulau Weh
BANDA ACEH | Kota Sabang kembali menunjukkan eksistensinya di ajang keilmuan tingkat Provinsi Aceh. Dalam gelaran Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) IV Aceh Tahun 2025, Sabang berhasil menorehkan prestasi dengan masuk peringkat 6 besar se-Aceh pada cabang Ushul Fiqh.
Prestasi ini diraih oleh FARIS MUYASSAR bin Nurirullah, putra asal Jurong Ateuh, Gampong Batee Shoek, Kota Sabang, yang tampil mewakili Sabang dengan penuh semangat dan kemampuan mumpuni. FARIS bersaing dengan puluhan peserta terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Aceh, hingga akhirnya berhasil menempatkan dirinya dalam jajaran enam besar terbaik.
Ajang Bergengsi Santri Se-Aceh
MQK IV Aceh 2025 yang berlangsung sejak 19 hingga 23 Agustus 2025 di Banda Aceh ini memperlombakan empat cabang utama, yaitu Kitab Akhlak, Nahwu, Ushul Fiqh, dan Tafsir. Perlombaan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus kompetisi intelektual para santri dari dayah dan pesantren di seluruh Aceh.
Acara berlangsung khidmat dan meriah. Ribuan peserta, pendamping, tokoh ulama, hingga pejabat pemerintah hadir memberikan dukungan. Pada malam puncak penyerahan hadiah, suasana gedung dipenuhi tepuk tangan riuh ketika satu per satu nama pemenang dipanggil naik ke atas panggung untuk menerima piala, piagam, serta penghargaan.
Sabang Buktikan Daya Saing Santri Ujung Barat
Keberhasilan FARIS MUYASSAR masuk dalam jajaran juara bukan hanya prestasi individu, tetapi juga kebanggaan bagi masyarakat Kota Sabang. FARIS menerima langsung piala penghargaan serta piagam juara yang diserahkan oleh pejabat Pemerintah Aceh dalam prosesi penuh kehormatan.

Masyarakat Sabang, khususnya kalangan ulama dan tokoh dayah, menyambut capaian ini dengan rasa syukur. Mereka menilai bahwa hasil ini adalah bukti nyata bahwa santri Sabang memiliki daya saing dan kualitas keilmuan yang mampu disejajarkan dengan daerah lain di seluruh Aceh.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa anak-anak muda Sabang siap tampil dan bersaing di level tinggi. Semoga generasi berikutnya dapat lebih berprestasi dan membawa nama baik daerah di kancah provinsi maupun nasional,” demikian harapan tokoh masyarakat setempat.
Kitab Kuning, Warisan Ulama Nusantara
Penguasaan kitab kuning merupakan salah satu tradisi keilmuan Islam yang sangat penting di Aceh. Melalui MQK, pemerintah berupaya menjaga sekaligus melestarikan khazanah ilmu ulama salaf yang diwariskan turun-temurun.
Dengan hasil ini, Sabang semakin termotivasi untuk memperkuat pendidikan dayah dan pesantren, agar semakin banyak lahir generasi yang menguasai akhlak, bahasa Arab (nahwu), tafsir, dan ushul fiqh dengan baik.
Momentum Kebangkitan Generasi Qur’ani
Kota Sabang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan kader-kader muda melalui dayah, pesantren, dan berbagai kegiatan keilmuan. Prestasi Faris di MQK IV Aceh 2025 diharapkan menjadi pemicu semangat bagi santri lainnya untuk lebih tekun belajar, berkompetisi sehat, dan berkontribusi bagi kemajuan agama serta daerah.
Ajang MQK tidak hanya sekadar lomba, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berwawasan luas. Dengan keberhasilan ini, Sabang kembali menorehkan jejak penting dalam peta keilmuan Aceh.
Sabang boleh berada di ujung barat nusantara, namun semangat santrinya tetap terdepan dalam menggapai prestasi.
#Demikian Laporan Pantauan Media Mata Elang Indonesia Com Wilayah Sabang (Eric Karno)
