
Aceh Utara,mataelangindonesia.com– Komite Sekolah SMA Negeri 1 Muara Batu menyampaikan bantahan keras terhadap pemberitaan Media http://Fakta.Com yang dinilai tidak berimbang dan tidak sesuai kondisi lapangan terkait program revitalisasi sekolah.
Bantahan disampaikan langsung oleh Ketua Komite Sekolah, Ade Zulfadhli, setelah muncul pemberitaan yang menyebut adanya kejanggalan dalam pelaksanaan proyek revitalisasi.
“Kami keberatan dengan isi berita tersebut karena tidak ada konfirmasi kepada pihak sekolah maupun komite sebelum dimuat. Informasi yang disampaikan berpotensi menyesatkan masyarakat,”ujar Ade.
Lebih lanjut Ade Zulfadhli menjelaskan bahwa oknum wartawan datang ke lokasi pada pukul 12.00–13.00 WIB, yaitu waktu istirahat makan siang pekerja.
“Wajar kalau saat difoto tidak terlihat pekerja yang sedang bekerja karena Itu memang jam istirahat,begitu juga dengan masalah sanitasi,komite menegaskan hal tersebut tidak termasuk dalam RAB dan gambar bestek perencanaan sehingga tidak masuk dalam pengerjaan ,lalu soal tudingan pekerja tidak menggunakan APD saat aktivitas pekerjaan berlangsung,itu juga tidak sesuai fakta di lapangan karena seluruh pekerja memakai APD sesuai standar keselamatan”.
Selanjutnya ketimpangan berita yang paling mendasar adalah bahwa revitalisasi ini pengerjaannya adalah swakelola yaitu di kerjakan
pihak sekolah yang bersangkutan dan bukan oleh kontraktor.Program ini merupakan bagian dari percepatan pemulihan fasilitas pendidikan yang dikoordinasikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen),bentuknya melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian dan Pihak Sekolah penerima.
Kepala Sekolah SMA 1 Muara Batu Zuraida SPd mengaku dirinya sempat di hubungi via Watshap oleh oknum wartawan tersebut yang menyampaikan bahwa mareka ada di sekolah dan akan berangkat ke Meulaboh,ada lima orang dan meminta bantuan untuk berangkat kesana,lalu Ibu Zuraida menyampaikan permohonan maaf bahwa dirinya sedang berada di Banda Aceh mengikuti kegiatan dinas, “Saya tidak sempat lagi merespon karena dalam kesibukan dan tiba-tiba muncullah berita ini” Ujar Buk Zuhra.
Komite Sekolah menilai pemberitaan tersebut melanggar prinsip keberimbangan sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik. Pihaknya menyesalkan tindakan oknum wartawan tersebut yang terkesan mencari cari kesalahan dalam proses pembangunan di SMA 1 Muara Batu.
“Kami terbuka untuk semua informasi,tidak ada yang di tutup tutupi,kalau hanya menyampaikan informasi sepihak dan tampa adanya sumber yang jelas,tentu akan menjadi masalah, Jangan sampai informasi yang tidak utuh merusak kepercayaan masyarakat, apalagi pasca banjir,sejumlah sekolah berbagai tingkatan di Kecamatan Muara Batu juga sedang melakukan pembangunan yang sama, kalau ada pihak oknum wartawan yang mencoba menyampaikan berita yang tidak sesuai fakta dan tampa konfirmasi akan kita tindak lanjuti sesuai prosedur yang berlaku” tegas Ade Zulfadhli.(TSA)
Sumber berita : Dari Ketua Komite SMA Muarabatu
Editor/admin : Teuku
