
Sabang, mataelangindonesia.com – Sebuah insiden kebakaran lahan terjadi di kawasan padat penduduk, tepatnya di belakang Meunasah Prikanan Kota Sabang, sekitar pukul 23.00 WIB. Kejadian ini sontak menggemparkan warga
sekitar dan memicu respons cepat dari petugas gabungan, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD Kota Sabang, aparat TNI-Polri,ORARI Sabang,perangkat desa Dan Warga.
Menurut keterangan warga, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan secara bergotong royong oleh masyarakat dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80. Warga setempat saat itu tengah membersihkan lingkungan secara massal, sebagai bagian dari semangat nasionalisme dan persiapan peringatan 17 Agustus.
Namun, kondisi cuaca Sabang yang dalam beberapa hari terakhir mengalami cuaca ekstrem – perpaduan panas terik, angin kencang, dan hujan tak menentu – menyebabkan api dari pembakaran sampah diduga cepat menjalar ke semak dan lahan kering di sekitar meunasah. Api yang semula kecil dalam hitungan menit meluas dan mulai mengancam area pepohonan serta bangunan di sekitar.
Respons Cepat Aparat dan Warga: Kolaborasi Pemadam dan Masyarakat
Begitu kobaran api mulai tak terkendali, warga langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran dan pihak BPBD. Dalam waktu singkat, beberapa unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi, dibantu oleh petugas BPBD yang sigap melakukan pemadaman awal.

Di lapangan juga tampak hadir langsung Kapolres Sabang AKBP SUKOCO, S.H., M.H., didampingi Kanit Tipiter Polres Sabang Mewakili Kasatreskrim, serta personel Babinsa TNI, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menjadi penguat sinergi antara warga, pemadam, dan aparat dalam mengendalikan situasi.
Pasukan Pemandaman Kebakaran/BPBD Orange Serta TNI/Polri turut berjibaku membantu proses pemadaman dengan peralatan Sudah di Siapkan Beberapa Mobil Pemadaman Kebakaran/BPBD menyiram air dan selang serta membersihkan ranting-ranting yang terbakar agar tidak menjalar lebih jauh.
Api Berhasil Dikendalikan, Tak Ada Korban Jiwa
Berkat kerja cepat dan kolaborasi lapangan, api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke permukiman padat dan bangunan ibadah yang tidak jauh dari titik api. Situasi berhasil diatasi sekitar pukul 00:33 WIB, dan petugas masih melakukan pendinginan untuk mencegah titik api muncul kembali.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama saat musim kemarau yang disertai angin kencang.
“Kami minta kerja sama masyarakat agar lebih hati-hati ke depan. Satu percikan bisa menjadi besar jika tidak diawasi. Apalagi kondisi alam Sabang akhir-akhir ini sangat rentan terhadap kebakaran,” ujar salah satu petugas pemadam di lokasi kejadian.
Di Sisi Lain Mobil Pemadaman Kebakaran serta Mobil BPBD Kota Sabang Juga Hal Yang Sama Terjadi Di Ujong Kareung Dan Krueng Raya Kesamaan Terjadi Kebakaran Hutan
Imbauan dan Langkah Lanjutan dari Pemerintah
BPBD Kota Sabang bersama aparat kepolisian akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran serta menentukan langkah-langkah preventif di kemudian hari. Pemerintah Kota Sabang Mewakili Pihak Kapolres Sabang juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membakar sampah secara sembarangan, serta melaporkan segera jika melihat tanda-tanda kebakaran hutan atau lahan.
Warga diminta tetap waspada dan menjaga lingkungan masing-masing, terutama menjelang hari-hari besar nasional yang biasanya diiringi kegiatan sosial kemasyarakatan dalam skala besar.
Setelah Selesai Padamkan Api, Media Mei Sabang Langsung Mewawancarai Kapolres Sabang Di Dampingi Oleh Kanit Tipiter Mewakili Kasatreskrim polres Sabang, Koramil,Polsek Serta Keuchik Gampong Kuta Timu Kota Sabang
Demikian Laporan Media Mata Elang Indonesia Wilayah Sabang Oleh Kabiro-(Eric Karno)
