Mediamataelangindonesia.com-Wilayah Pulau Weh
SABANG – Siapa sangka, di balik hamparan lahan perhutanan sosial seluas 3.000 meter persegi di Jr. Sirui, Gampong Batee Shoek, Kota Sabang, sedang tumbuh sebuah cerita besar: kisah kolaborasi nyata antara rakyat, aparat, dan pemerintah.
Rabu (9/7/2025), lokasi itu menjadi saksi perhelatan yang tak biasa: Penanaman Jagung Serentak Kuartal III, bukan oleh petani semata, tapi juga oleh para pejabat tinggi. Turut hadir Kapolres Sabang AKBP SUKOCO, S.ST, MM, M.Mar, M.Tr.SOU, M.Han, Ketua DPRK Sabang MAGDALAINA, Kepala Dinas Pertanian FACHRI, SE, M.AP, Kadis Kehutanan FAISAL, S.T, M.T.P, serta Kepala Imigrasi Sabang MUCHSIN MIRALZA.
Tak hanya seremonial, mereka turun langsung ke lahan milik warga bernama Armia, bahu-membahu dengan Kelompok Tani Gampong Batee Shoek, Pj. Geuchik MANSUR, S.Ag, dan para Bhabinkamtibmas. Di sinilah, ketahanan pangan bukan sekadar slogan, tapi aksi nyata.
“Kita sedang menanam lebih dari sekadar jagung. Kita sedang menanam semangat, harapan, dan masa depan Sabang yang mandiri pangan,” tegas Kapolres Sabang, dalam pidato singkat yang membakar semangat para petani dan hadirin.
Ketua DPRK Sabang, MAGDALAINA, menyebut kegiatan ini sebagai “lompatan strategis” untuk membawa Sabang lebih kuat dari akar rumput.
“Program seperti ini bukan hanya produktif, tapi juga mengikat rasa kebersamaan antarwarga, aparat, dan pemimpin. Semoga gampong-gampong lain ikut terinspirasi,” ujar Magdalaina.
Acara yang tampak sederhana ini menyimpan makna besar: bagaimana lahan perhutanan sosial yang dulu terpinggirkan kini disulap menjadi ladang harapan, dan bagaimana sinergi nyata tak harus dimulai dari gedung-gedung tinggi, melainkan cukup dari tanah rakyat.
Antusiasme masyarakat tak terbendung. Para petani tersenyum lebar menyambut tangan-tangan baru yang ikut menyentuh tanah—bukan untuk sekadar menyaksikan, tapi ikut menanam.
Inilah wajah baru pertanian Sabang: gotong royong, keberlanjutan, dan kedaulatan pangan yang ditanam bersama-sama, tanpa sekat status dan jabatan.
Berita ini bukan hanya tentang jagung. Tapi tentang bagaimana Pulau kecil di ujung barat Indonesia sedang membuktikan: ketika rakyat dan pemimpinnya bersatu di lahan, maka ketahanan pangan bukan lagi mimpi—tapi kenyataan yang sedang tumbuh hari ini.
Laporan Kabiro Mei Sabang (Eric Karno)
