Mediamataelangindonesia.com-Wilayah Pulau Weh
SABANG, 12 Juli 2025 – Di balik hangatnya pembukaan Festival Anak Saleh ke-4 yang digelar di halaman Masjid Babul Iman, terselip satu sosok pemimpin desa yang mencuri perhatian: Pj Keuchik Gampong Kuta Barat,EDDY SYAHPUTRA,S.H.,Bukan karena pidato yang panjang atau sorotan kamera, tetapi karena caranya berbicara dengan warga – dengan hati, bukan hanya kewenangan.
Saat Awak media mendekat, beliau tak segan menyambut ramah. Wajahnya bersahaja, namun penuh ketegasan. Di tengah sorakan anak-anak dan para orang tua yang antusias mengikuti festival, Pj Keuchik Gampong Kuta Barat, EDDY SYAHPUTRA,justru membuka ruang refleksi mendalam tentang makna kepemimpinan di tingkat gampong.
> “Jangan tanya saya soal pencalonan. Yang lebih penting, sudahkah saya cukup hadir saat warga butuh saya?” ujarnya perlahan, tapi menggugah.
Pj Keuchik Gampong Kuta Barat, EDDY SYAHPUTRA ini,bukan hanya nama dalam struktur pemerintahan desa. Ia adalah sosok yang konsisten menyusuri setiap sudut jurong, menyentuh lapisan kehidupan masyarakat mulai dari anak-anak, ibu hamil, keluarga retak, hingga pelaku UMKM.
Selama menjabat, beliau dikenal memiliki gagasan-gagasan segar dan pendekatan kemanusiaan yang kuat. Beberapa program yang rutin ia lakukan termasuk:
Sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan remaja dan pelajar
Dialog terbuka untuk menyelesaikan konflik rumah tangga dan warga
Pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan keterampilan dan UMKM
Pendampingan spiritual dan psikologis bagi ibu hamil dan keluarga
Revitalisasi seni budaya sebagai perekat antar generasi
Asosialisasi Kebersihan Dan Keindahan Gampong Kuta Barat
Kampanye keamanan lingkungan dan harmoni sosial Dan Masih Banyak Yang Harus Di Lakukan Oleh Seorang PJ Keuchik Gampong Kuta Barat Yang di Bantu Oleh Perangkat Desa Baik Tuha Peut,Ketua Pemuda Setiap Jurong Dan Lainnya
Saat ditanya awak media mengenai pembangunan fisik desa, beliau menjawab lugas bahwa infrastruktur penting, tapi pondasi paling kokoh adalah hati dan kesadaran warga itu sendiri.
“Jangan sampai kita bangun jalan, tapi tidak tahu bagaimana menempuh jalan damai antarwarga,” ucapnya sambil tersenyum.
Di sela acara festival, ia juga sempat mengisyaratkan bahwa isu pencalonannya sebagai Keuchik tetap menjadi urusan masyarakat, bukan ambisi pribadi. Baginya, jabatan hanyalah amanah yang harus ditunaikan dengan ikhlas – bahkan saat diguncang isu, kritik, atau keraguan.
Lebih dari Jabatan, Ini Tentang Keberpihakan
Pj Keuchik Kuta Barat, EDDY SYAHPUTRA,bukan pemimpin yang hanya hadir saat kamera menyala. Ia dikenal datang di saat warga menangis, mendampingi ketika keluarga pecah, dan tak pernah menolak panggilan ketika warga mengeluh soal hal kecil sekalipun.
Tak heran, saat namanya disebut di acara publik seperti Festival Anak Shaleh ini, banyak warga tersenyum, mengangguk, bahkan menaruh harapan.
“Ini bukan tentang saya,” katanya saat pamit dari wawancara singkat, “ini tentang Kuta Barat – gampong yang harus terus hidup dengan hati, bukan hanya program.”
Demikian Laporan Media Mata Elang Indonesia Com Wilayah Sabang Kabiro (Eric Karno)
