Mediamataelangindonesia.com-Wilayah Pulau Weh
Sabang, Hari Jum’at, 20 Juni 2025 — Di balik senyum ramah seorang pedagang buah “Rujak legal Nama Usaha Dengan Harga Murah Tapi Menyegarkan Bagi Pelanggan Yang Singgah Di Tempat Rujak Legal, yang saban hari mangkal di depan Masjid Agung Babussalam Kota Sabang, tersimpan kisah perjuangan hidup yang luar biasa. Dialah MUKLIS bin MUKTAR, pria 40 tahun Tinggal Di Gampong Cot Ba’u, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang. Sejak tahun 2010, Muklis konsisten menggeluti usaha berjualan buah-buahan, profesi yang membesarkannya hingga hari ini.
Namun siapa sangka, sebelum dikenal sebagai pedagang buah yang gigih, Muklis pernah meniti jalan hidup sebagai tenaga kebersihan di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh. Gaji pertamanya saat itu hanya Rp500 ribu per bulan. Dengan tekad dan kerja keras, Muklis terus menunjukkan dedikasinya hingga akhirnya dipercaya dan diangkat sebagai Karyawan tetap pada tahun 2016 Dari Perusahaan.
Tidak berhenti sampai di situ, pada tahun 2018 Muklis sempat bergabung di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dengan penghasilan yang lebih baik, yakni Rp2,4 juta per bulan. Tiga tahun ia mengabdi di sana, namun panggilan hati untuk hidup mandiri dan dekat keluarga membawa Muklis kembali ke tanah kelahirannya di Sabang.
Dengan semangat pantang menyerah, ia memulai usaha berjualan buah, dibantu program pemberdayaan ekonomi dari Gubernur Aceh saat itu, Irwandi Yusuf, pada masa kepemimpinannya tahun 2010. Bantuan tersebut menjadi titik balik bagi Muklis membangun usaha kecil yang kini menopang kehidupan keluarganya.
Kini, Muklis menjalani kehidupan sederhana namun penuh syukur bersama istri tercinta dan putra semata wayangnya, Muhammad Alfatih, yang baru berusia 3 tahun. Meski berat di awal, baginya kerja keras dan kejujuran adalah kunci menuju keberkahan.
> “Saya bersyukur, dari gaji kecil, pernah jatuh bangun, sekarang bisa berdagang dan dekat dengan keluarga. Hidup ini soal semangat dan percaya bahwa rezeki datang bersama usaha,” ungkap Muklis kepada tim Media Mei Sabang.
Kisah Muklis adalah cermin bahwa perjuangan hidup tidak mengenal latar belakang. Dari cleaning service hingga pedagang buah yang tangguh, Muklis membuktikan bahwa setiap usaha, sekecil apapun, jika dijalani dengan tekun dan ikhlas, akan berbuah manis.
Demikian Laporan Pantauan Mei-Kabiro Sabang-Novi Karno Di Lapangan Kota Sabang
