.Pidie Jaya,mediamataelangindonesia.com-Bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa waktu lalu tidak hanya merusak pemukiman, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada sektor unggulan di delapan kecamatan di Pidie Jaya. Kerusakan tidak terbatas pada tambak yang terendam atau runtuh, namun juga melumpuhkan saluran irigasi, akses jalan menuju lokasi produksi, serta berbagai sarana pendukung aktivitas perikanan lainnya. Kondisi ini secara langsung memangkas pendapatan para petambak, nelayan, dan seluruh rantai ekonomi yang menggantungkan hidup pada hasil laut.
“Persoalan yang dihadapi masyarakat kita sangat kompleks. Bantuan alat berat ini adalah jawaban atas kebutuhan mendesak di lapangan,” ujar Bupati Sibral Malasyi dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa kehadiran Excavator Komatsu PC135F ini bukan sekadar alat mekanis, melainkan simbol percepatan bagi harapan masyarakat untuk segera bangkit.
**Fokus pada Delapan Kecamatan: Pemulihan Terpadu dan Tepat Sasaran**
Bupati Sibral menjelaskan bahwa pemanfaatan excavator ini akan diprioritaskan untuk delapan kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya. Alat berat ini dirancang untuk menjadi lokomotif percepatan penanganan teknis di kawasan pesisir, seperti normalisasi saluran air, perbaikan tanggul tambak yang rusak, hingga pembukaan akses jalan yang tertimbun material.
“Kita masih memiliki pekerjaan besar. Bantuan ini menjadi tambahan kekuatan agar pekerjaan di lapangan bisa lebih cepat dan efektif. Yang paling penting, manfaatnya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat kita,” tegasnya.
Lebih dari sekadar perbaikan fisik, Bupati mengingatkan agar pemulihan ini terintegrasi dengan kebangkitan ekonomi. “Kita tidak boleh berhenti pada perbaikan sarana. Kita ingin tambak kembali produktif, nelayan kembali melaut dengan baik, dan roda ekonomi masyarakat pesisir bergerak lagi. Setiap dukungan harus diarahkan untuk kepentingan masyarakat,” imbuhnya.
**DKP Siap Optimalkan Aset, Targetkan Produktivitas Berkelanjutan**
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pidie Jaya, Fajri, S.Pi., menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan dan identifikasi menyeluruh terhadap permasalahan di lapangan selama masa pemulihan. Kehadiran excavator dinilai akan sangat memperkuat kapasitas teknis pemerintah daerah.
“Permasalahan masyarakat cukup beragam, mulai dari tambak, saluran, hingga sarana pendukung. Dengan alat ini, kapasitas kami untuk membantu masyarakat menjadi lebih besar. Pemanfaatannya akan dilakukan secara bertahap dan proporsional sesuai skala prioritas di delapan kecamatan,” jelas Fajri.
Ia menegaskan komitmennya untuk mengelola dan merawat bantuan ini sebagai aset produktif daerah. “Kami akan memastikan alat ini dijaga dan dikelola secara optimal. Kami juga berharap dukungan dari pemerintah pusat terus berlanjut, tidak hanya untuk pemulihan, tetapi juga untuk peningkatan produktivitas dan ketahanan ekonomi jangka panjang,” harapnya.
Dengan serah terima ini, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama DKP optimis bahwa proses pemulihan sektor kelautan dan perikanan dapat berjalan lebih cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Target utamanya adalah memastikan para petambak, nelayan, dan masyarakat pesisir dapat kembali produktif, memiliki sumber pendapatan yang stabil, dan bangkit dari keterpurukan akibat bencana.
***Pewarta : CM Cek Mad***
***Sumber : Prokopim/Yuni***
