IMG-20260918-WA0001

SABANG,Mediamataelangindonesia.com- 17 September 2026 | Pengelolaan layanan air minum di Aceh terus bergerak menuju tata kelola yang lebih modern dan berbasis data. Dari Kota Sabang, kolaborasi antardaerah kembali diwujudkan melalui kerja sama teknologi antara Perumda Tirta Aneuk Laot Kota Sabang dan Perumdam Tirta Abdya Kabupaten Aceh Barat Daya.

Kedua perusahaan daerah tersebut resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pendampingan penyusunan dan pengembangan Sistem Informasi Geografis (SIG) pada Selasa malam, 15 September 2026, di Ruang Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Sabang.

Kerja sama tersebut merupakan respons atas kebutuhan Perumdam Tirta Abdya untuk memodernisasi pemetaan jaringan air minum yang selama ini masih menggunakan metode konvensional. Dalam prosesnya, Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang hadir sebagai mitra pendamping dengan pengalaman penerapan SIG dalam operasional pengelolaan jaringan air minum.

Dari Pengalaman Sabang untuk Penguatan Abdya
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Sabang sekaligus Dewan Pengawas Perumda Tirta Aneuk Laot Kota Sabang, Rinaldi Syahputra, menyambut positif kepercayaan yang diberikan Perumdam Tirta Abdya.

Bagi Rinaldi, kerja sama tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar penerapan teknologi. Ada pengetahuan yang dibagikan, pengalaman yang dipertukarkan, sekaligus jejaring antarbadan usaha air minum di Aceh yang diperkuat.

“Kami menyambut baik dan merasa terhormat atas kepercayaan Perumdam Tirta Abdya untuk belajar bersama kami. Ini bukan hanya soal berbagi teknologi, tetapi juga soal membangun jejaring dan solidaritas antar perusahaan daerah air minum se-Aceh.”

Rinaldi berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi diteruskan dengan pendampingan teknis yang berkesinambungan hingga tahap implementasi di lapangan.

Pemerintah Kota Sabang, menurutnya, mendukung penuh kolaborasi tersebut karena sejalan dengan semangat penguatan pelayanan publik berbasis data dan teknologi informasi.

Riza Ariffiandi: Sinergi dan Transfer Knowledge Harus Berkelanjutan
Direktur Perumdam Tirta Abdya Kabupaten Aceh Barat Daya, SM Riza Ariffiandi, menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak dimaksudkan sekadar memenuhi aspek administratif.

Menurutnya, PKS menjadi bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas perusahaan dalam menghadapi tuntutan pengelolaan yang semakin membutuhkan dukungan teknologi informasi.

“Bagi kami, kerja sama ini bukan sekadar kegiatan penandatanganan dokumen, tetapi merupakan bentuk nyata dari semangat sinergi, berbagi pengetahuan, dan peningkatan kapasitas antar Perumdam dalam menghadapi tuntutan pengelolaan perusahaan yang semakin membutuhkan dukungan teknologi informasi.”

Riza berharap pendampingan yang dilakukan Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang dapat menghasilkan transfer knowledge yang berkelanjutan, sehingga sistem yang dikembangkan nantinya tidak hanya dapat digunakan, tetapi juga mampu dirawat dan dikembangkan sesuai kebutuhan perusahaan.

Atas kerja sama tersebut, Riza menyampaikan apresiasi kepada Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang atas kepercayaan dan kesempatan membangun kolaborasi dalam penyusunan serta pengembangan SIG.

Eddy Husnizal Buka Perspektif Baru Pengelolaan Jaringan
Direktur Perumda Tirta Aneuk Laot Kota Sabang, Eddy Husnizal, kemudian memaparkan aspek teknis penerapan SIG.

Dalam presentasi sekitar 30 menit, Eddy menguraikan pemetaan jaringan air minum berbasis SIG, manfaat penerapannya serta tahapan penyusunan dan pengembangan sistem dari tahap awal hingga implementasi.

Eddy menjelaskan, SIG memungkinkan perusahaan memvisualisasikan jaringan pipa, titik distribusi hingga potensi kebocoran secara real-time. Data tersebut dapat membantu proses pengambilan keputusan, baik dalam pemeliharaan rutin maupun perencanaan pengembangan jaringan baru.

“SIG memungkinkan kami memetakan seluruh jaringan pipa, titik distribusi, hingga potensi titik kebocoran secara visual dan real-time. Ini sangat membantu dalam pengambilan keputusan, baik untuk pemeliharaan rutin maupun perencanaan pengembangan jaringan baru.”

Namun, menurut Eddy, digitalisasi tidak berhenti pada pembangunan sebuah sistem. Keberlanjutan justru membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan, merawat dan mengembangkan sistem tersebut.

Karena itu, proses pendampingan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari inventarisasi data eksisting, digitalisasi peta hingga penguatan kapasitas SDM.

Tanda Tangan Bukan Akhir, Melainkan Awal Implementasi
Sekitar pukul 21.30 WIB, kedua pimpinan perusahaan daerah secara resmi membubuhkan tanda tangan pada naskah Perjanjian Kerja Sama di hadapan para peserta.

Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan berjabat tangan dan sesi foto bersama, menjadi penanda dimulainya kolaborasi antara Perumdam Tirta Abdya dan Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang.

Melalui kerja sama ini, Perumdam Tirta Abdya diharapkan dapat mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan jaringan air minum.

Penerapan SIG diharapkan memberikan manfaat konkret, antara lain mempermudah deteksi dan penanganan kebocoran pipa, mempercepat perencanaan perluasan jaringan distribusi, serta meningkatkan akurasi data pelanggan dan cakupan layanan.

Sementara bagi Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang, kerja sama tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengalaman penerapan teknologi informasi geografis sekaligus memperkuat jejaring antarbadan usaha air minum di Aceh.

Teknologi yang Berujung pada Pelayanan
Kerja sama Sabang–Abdya pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana sebuah jaringan air minum dipetakan secara digital.

Di balik peta, titik distribusi, jaringan pipa dan data pelanggan, terdapat kebutuhan yang jauh lebih mendasar: bagaimana perusahaan mampu mengambil keputusan secara lebih tepat, merespons persoalan dengan lebih cepat, serta merencanakan pengembangan layanan berdasarkan data yang tersedia.

Karena itu, nilai penting dari kerja sama ini terletak pada perpindahan pengetahuan dan kemampuan—dari pengalaman yang telah dimiliki Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang untuk kemudian dikembangkan bersama Perumdam Tirta Abdya.

Jika proses pendampingan berjalan sebagaimana direncanakan, SIG bukan sekadar menjadi perangkat pemetaan, tetapi dapat menjadi bagian dari instrumen pengelolaan jaringan air minum yang lebih sistematis.

Sabang dan Abdya kini tidak sekadar menandatangani sebuah kerja sama. Keduanya membuka ruang berbagi teknologi, pengalaman dan kapasitas—sebuah langkah kolaboratif yang menempatkan data dan teknologi sebagai bagian penting dalam membangun pelayanan air minum yang semakin modern dan terukur.

-Mj Eric Karno | Mei Sabang News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *