IMG-20250523-WA0001

Mediamataelangindonesia.com-Wilayah Pulau Weh
Sabang – Pemerintah Kota Sabang melalui Penjabat (Pj) Wali Kota Sabang, Andri Nourman, mengajak generasi muda untuk memperkaya wawasan dan menggali sejarah daerah melalui kegiatan literasi. Hal ini disampaikan dalam acara bedah buku “Hikayat Sabang dari Masa Lamuri Hingga Pelabuhan Bebas” karya Antoni Abdul Fattah, yang digelar di Gedung Layanan Perpustakaan Kota Sabang, Kamis (22/5/2025).

Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian sejarah lokal dan penguatan identitas kebudayaan Sabang, yang selama ini dikenal sebagai wilayah strategis di ujung barat Nusantara. Dihadiri oleh pelajar, mahasiswa, pegiat literasi, serta tokoh masyarakat, kegiatan ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam merespons pentingnya membaca dan menulis sebagai pilar pembangunan peradaban.

Antoni Abdul Fattah, penulis buku sekaligus tenaga kependidikan di MIN Sabang dan anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Sabang, menghadirkan sebuah karya historis yang menggambarkan perjalanan panjang Sabang dari masa ke masa. Dalam bukunya, Antoni menyoroti peran penting Sabang sejak era Kerajaan Lamuri, masa keemasan Kesultanan Aceh Darussalam, hingga masa Hindia Belanda, saat Sabang dikenal luas sebagai pelabuhan bebas yang berpengaruh di kawasan Asia Tenggara.

Tidak hanya menjadi tempat transit kapal-kapal niaga dan militer, Sabang juga tercatat memiliki stasiun batu bara yang strategis dan menjadi simbol kekuatan maritim nusantara di masa silam. Buku ini menjadi jendela bagi masyarakat untuk memahami bagaimana Sabang berkontribusi terhadap jalannya roda ekonomi, politik, dan pertahanan wilayah.

Dalam sambutannya, Pj Wali Kota Andri Nourman menyampaikan rasa bangganya terhadap Antoni yang telah memberikan sumbangsih nyata dalam dunia literasi dan sejarah lokal. Ia mengungkapkan bahwa karya-karya seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah sekaligus menjadi warisan intelektual bagi generasi mendatang.

“Atas nama Pemerintah Kota Sabang, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada saudara Antoni Abdul Fattah. Karya ini bukan hanya memperkaya koleksi perpustakaan kota, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi kita semua untuk lebih mengenal dan mencintai tanah kelahiran,” ujar Andri.

Ia juga menekankan pentingnya literasi sebagai bekal utama dalam menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, membaca dan menulis adalah dua aktivitas intelektual yang dapat membentuk karakter, memperluas wawasan, dan mengembangkan potensi generasi muda.

“Semoga kegiatan bedah buku ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang masa kejayaan Sabang di masa lampau, sekaligus memotivasi generasi muda untuk menjejak langkah yang sama seperti Antoni—menulis, berkarya, dan membanggakan kota ini,” tambahnya.

Kegiatan bedah buku ini juga menjadi ruang diskusi aktif antara penulis, pembaca, dan peserta yang hadir. Para peserta diberikan kesempatan untuk menggali lebih jauh latar belakang penulisan buku, proses riset, hingga tantangan dalam menyusun narasi sejarah yang otentik dan akurat.

Antoni sendiri mengungkapkan bahwa dorongan untuk menulis buku ini berasal dari keprihatinannya atas minimnya literatur tentang sejarah Sabang yang ditulis oleh putra daerah. Ia berharap karya ini menjadi pemantik bagi lahirnya lebih banyak penulis muda yang mengangkat tema lokal dengan pendekatan ilmiah dan naratif yang menarik.

Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Kota Sabang menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia literasi, terutama literasi sejarah lokal yang menjadi pondasi penting dalam pembangunan identitas daerah yang kuat dan berkarakter.

Demikian Laporan Mei Sabang -Novi Karno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *