Banda Aceh,mataelangindonesia.com – Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Aceh dinilai belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakatnya. Pandangan tersebut disampaikan Tarmizi Age atau Mukarram, tokoh yang dikenal sebagai kreator konten asal Aceh, Senin (13/7/2026).
Menurut Tarmizi, Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari sektor minyak dan gas bumi, pertambangan mineral, perkebunan hingga kelautan. Berbagai komoditas unggulan seperti minyak bumi, gas alam, emas, perak, batu bara, nikel, kopi, minyak nilam, kelapa sawit, lada, dan hasil perikanan menjadi kekayaan yang selama ini dimiliki daerah tersebut.
“Sayangnya, kekayaan alam yang melimpah itu belum mampu membuat rakyat Aceh hidup lebih bahagia dan sejahtera,” ujar Tarmizi.
Ia kemudian membandingkan Aceh dengan Finlandia, negara yang menjadi lokasi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Perdamaian Aceh pada 2005. Menurut World Happiness Report, Finlandia selama beberapa tahun terakhir menempati posisi sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan masyarakat tertinggi di dunia.
Tarmizi menjelaskan bahwa sumber daya utama Finlandia didominasi oleh hutan, industri kayu dan pulp, mineral, serta sumber daya air bersih. Negara tersebut juga dikenal menghasilkan berbagai produk pertanian serta buah-buahan liar seperti blueberry dan lingonberry.
Sementara itu, Indonesia dalam World Happiness Report berada pada peringkat ke-87 dari sekitar 140 negara.
Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Pusdatin KESDM), Aceh memiliki sedikitnya 39 jenis komoditas mineral dan batu bara. Komoditas logam meliputi besi primer, timbal, seng, emas primer, perak, tembaga, molybdenum, air raksa, platina, pasir besi, emas aluvial, kobalt, titan placer, besi laterit, hingga nikel.
Selain itu, Aceh juga memiliki berbagai komoditas mineral bukan logam dan batuan seperti batu gamping, marmer, granit, andesit, lempung, sirtu, diorit, tras, rijang, serpentinit, basal, ultrabasa, felspar, dolomit, pasir kuarsa, dasit, bentonit, kuarsit, batu sabak, fosfat, magnesit, giok, serta kayu terkersikkan.
Cadangan batu bara juga tersebar di sejumlah wilayah, terutama di Kabupaten Aceh Barat yang telah memasuki tahap eksploitasi.
Tarmizi menambahkan bahwa masyarakat Aceh berharap kekayaan alam, termasuk potensi minyak dan gas di Blok Andaman, dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan rakyat.
“Harapan masyarakat sangat sederhana, yakni agar kekayaan alam Aceh dan hasil perdamaian benar-benar menghadirkan kemakmuran serta meningkatkan kesejahteraan rakyat hingga ke pelosok perkampungan,” tutup Tarmizi Age yang juga pernah menetap di Denmark, Eropa.
