Ngawi-mediamataelangindonesia.com
Musim tahun ajaran baru 2026/2027 membawa berkah bagi pelaku usaha konveksi dan jasa jahit di Ngawi.
Permintaan seragam sekolah untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA melonjak sejak akhir Juni, bahkan membuat sejumlah penjahit kesulitan mencari tenaga tambahan.
Pemilik Delima Taylor di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Margomulyo, Sholikin, mengatakan pesanan seragam meningkat tajam.
Dalam satu pesanan, rata-rata setiap siswa membuat empat hingga lima stel seragam.
“Satu anak itu paling tidak bikin empat sampai lima stel seragam,” ujarnya, Minggu (12/7).
Meski pesanan terus berdatangan, Sholikin memilih tidak menolak pelanggan.
Untuk memenuhi permintaan, tujuh karyawannya bekerja lembur setiap hari dan waktu penyelesaian pesanan diperpanjang.
Dia juga mempertahankan tarif jahit di kisaran Rp160 ribu hingga Rp180 ribu per stel, bergantung pada jenjang sekolah, agar pelanggan tetap bertahan di tengah kondisi ekonomi saat ini.
“Sebenarnya ingin tambah karyawan, tapi sulit cari tenaga saat tahun ajaran baru seperti sekarang,” katanya.
Kondisi serupa dialami Rini, pemilik usaha jahit di Desa Beran, Kecamatan Ngawi.
Hartono-Ngawi
