IMG-20260616-WA0368

Pidie Jaya mediamataelangindonesia.com , – Suasana haru dan semangat kebersamaan menyelimuti acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Pidie Jaya yang dirangkaikan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, di bawah kepemimpinan Bupati H. Sibral Malasyi MA, Sos, ME dan Wakil Bupati Hasan Basri, ST.MM, melalui tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Syariat Islam, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG), secara resmi menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan.

Acara yang digelar di [Sebutkan Lokasi Acara, misal: Pendopo Bupati atau Aula Serbaguna] ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata apresiasi pemerintah terhadap kerja keras dan inovasi seluruh elemen masyarakat. Perlombaan yang digelar terbagi dalam dua kategori besar, yaitu kompetisi antarsektor pemerintahan dan lembaga publik dalam Pidie Jaya Award, serta lomba pendidikan yang melibatkan pelajar dari berbagai jenjang.

Pidie Jaya Award: Pengakuan atas Tata Kelola dan Pelayanan Prima

Pada ajang Pidie Jaya Award yang menjadi barometer kinerja instansi pemerintah dan lembaga publik, persaingan berlangsung sengit. Untuk kategori Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Pidie Jaya yang diwakili oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) berhasil menyabet Juara I, mengungguli Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai Juara II, dan Inspektorat sebagai Juara III. Pencapaian ini menandakan semakin terbukanya birokrasi dan kinerja kehumasan yang dinamis di tubuh Setdakab.

Di sektor kesehatan, Puskesmas Meureudu dinobatkan sebagai Puskesmas terbaik (Juara I), disusul Puskesmas Meurah Dua di posisi kedua, dan Puskesmas Bandar Dua di posisi ketiga. Penilaian ketat dilakukan berdasarkan indikator mulai dari tata kelola kelembagaan, inovasi dalam pelayanan kesehatan berbasis teknologi, hingga kebersihan lingkungan yang mencerminkan pelayanan kesehatan yang humanis.

Untuk kategori tingkat gampong (desa), predikat Gampong terbaik jatuh kepada Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, yang dinilai berhasil menggerakkan pembangunan partisipatif dan pengelolaan keuangan desa yang transparan. Sementara itu, Masjid Al-Falah Lueng Putu terpilih sebagai Masjid terbaik berkat program syiar dan pemberdayaan ekonomi umat yang aktif, dan Dayah Darul Al-Munawwarah menyabet gelar Dayah/Balai Pengajian terbaik atas kontribusinya dalam mencetak generasi santri yang berakhlak mulia.

Lomba Pendidikan: Lahirkan Generasi Berprestasi dan Berdaya Saing

Dunia pendidikan turut meriah dengan adanya dua ajang lomba. Dalam kategori Pidie Jaya Award untuk lembaga pendidikan, penghargaan jatuh kepada SMP Ulumul Qur’an Pidie Jaya sebagai SMP terbaik, SD IT An-Nur Tgk Chik Pante Geulima sebagai SD terbaik, dan TK Aswaja Islamic Entrepreneur Preschool Beuracan yang berhasil merebut Juara I tingkat PAUD/TK.

Sementara itu, dalam lomba pendidikan tingkat kabupaten yang lebih spesifik menguji kemampuan akademik dan non-akademik, RA Zuhratul Aini tampil sebagai yang terbaik di tingkat PAUD/TK/RA. Untuk tingkat SD/MI, SD Negeri 8 Meureudu berhasil unggul, dan di tingkat SMP/MTs, kejayaan diraih oleh SMP Negeri 1 Meureudu yang menunjukkan konsistensi prestasinya.

Harapan Bupati: Momentum Refleksi dan Kebangkitan

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan pemenang. Menurutnya, penghargaan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, pendidikan, syiar Islam, dan pembangunan berbasis gampong.

“Ajang ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari siapa yang terbaik. Ini adalah sarana evaluasi, motivasi, dan inspirasi bagi kita semua. Saya berharap seluruh unsur pemerintahan, lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, dayah, masjid, dan masyarakat terus berinovasi. Berikan yang terbaik untuk masyarakat Pidie Jaya,” ujar Bupati dengan tegas.

Lebih lanjut, Bupati Sibral Malasyi menekankan bahwa peringatan HUT ke-19 dan Tahun Baru Islam ini harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan kebangkitan pascabencana. “Kita telah melewati masa-masa sulit. Kini saatnya kita bangkit bersama, membudayakan prestasi, dan bergotong royong mewujudkan Pidie Jaya yang maju, islami, dan sejahtera,” pungkasnya.

Acara penyerahan penghargaan berlangsung khidmat dan diakhiri dengan foto bersama antara pemenang, jajaran Forkopimda, serta para kepala dinas terkait, sebagai simbol sinergitas yang kokoh untuk masa depan Pidie Jaya yang lebih gemilang.

(Editor: CM Cek Mad | Sumber: Prokopim/Yuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *