Mediamataelangindonesia.com-Wilayah Pulau Weh

BANDA ACEH | Santri muda asal Kota Sabang, Faris Muyassar bin Nurirullah, berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) IV Aceh Tahun 2025. Dari cabang Ushul Fiqh, Faris sukses meraih Juara Harapan, sebuah capaian membanggakan yang membawa harum nama daerah asalnya, Sabang – Ujung Barat Wisata Kilometer Nol Indonesia.

Faris merupakan putra asli Sabang yang tinggal di Jurong Ateuh, Gampong Batee Shoek Kec.Sukamakmue Kota Sabang. Dengan tekun dan penuh percaya diri, ia tampil mewakili Sabang pada ajang bergengsi yang mempertemukan santri-santri terbaik se-Provinsi Aceh.

Ajang Santri Bergengsi di Aceh

MQK IV Aceh 2025 berlangsung pada 19 hingga 23 Agustus 2025 di Hotel Grand Aceh Syariah Banda Aceh. Kegiatan ini memperlombakan empat cabang utama, yakni Kitab Akhlak, Nahwu, Ushul Fiqh, dan Tafsir, serta diikuti peserta dari seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Dalam cabang Ushul Fiqh, Faris mampu menunjukkan kemampuannya di hadapan dewan juri dengan menjawab berbagai soal yang menguji pemahaman kitab kuning tingkat tinggi. Hasilnya, ia berhasil menembus jajaran juara harapan, membuktikan bahwa santri dari Pulau Weh dapat bersaing dengan peserta dari daerah lain di Aceh.

Bawa Nama Sabang ke Tingkat Provinsi

Keberhasilan Faris disambut dengan rasa syukur dan bangga oleh masyarakat Sabang, khususnya warga Gampong Batee Shoek Kecamatan Sukamakmue Kota Sabang,Prestasi ini dipandang sebagai bukti nyata bahwa Sabang tidak hanya dikenal sebagai ikon wisata dunia, tetapi juga sebagai tanah lahir santri-santri berprestasi yang menguasai ilmu keagamaan.

“Faris menjadi contoh nyata bahwa dengan tekad, kesungguhan, dan doa, santri Sabang mampu bersaing di ajang provinsi. Semoga prestasi ini menginspirasi generasi muda lainnya,” ungkap seorang tokoh agama di Sabang.

Inspirasi Generasi Qur’ani

Prestasi Faris tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa inspirasi bagi generasi Qur’ani Sabang. Pemerintah kota bersama tokoh masyarakat berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya kader-kader muda yang mampu memperdalam kitab kuning, menjaga tradisi keilmuan ulama nusantara, dan mengharumkan nama Sabang di tingkat provinsi maupun nasional.

Dengan torehan Juara Harapan cabang Ushul Fiqh di MQK IV Aceh 2025, Faris Muyassar bin Nurirullah telah mengukir sejarah kecil namun berarti: dari Jurong Ateuh, Gampong Batee Shoek, Sabang, ia berhasil mengangkat nama Pulau Weh, Ujung Barat Indonesia, ke pentas keilmuan tingkat Aceh.

#Demikian Laporan Pantauan Media Mata Elang Indonesia Com Wilayah Sabang (Eric Karno)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *