WhatsApp Image 2025-06-09 at 22.03.56

Kota Bakti, 9 Juni 2025
Angin harapan berhembus dari timur Pidie. Di bawah langit cerah Kota Bakti, rakyat dari 13 kecamatan berkumpul dalam satu niat dan satu cita: memperjuangkan masa depan yang lebih baik lewat pemekaran Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Pidie Sakti. Acara bertajuk “Pertemuan dan Temu Tokoh dalam Upaya Mempercepat Realisasi CDOB Pidie Sakti” yang digelar di Gedung Pelatihan Petani, Kecamatan Sakti, menjadi saksi bisu bangkitnya semangat kolektif masyarakat yang tak ingin lagi tertinggal.

Dipandu dengan khidmat sejak pagi hingga menjelang waktu zuhur, pertemuan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh besar Aceh dan nasional, seperti:

1. Dr. H. Nasir Djamil, S.Ag., M.Si, anggota Komisi III DPR RI
2. Dr. H. Muzakar Abd. Gani, SH., M.Si, mantan Bupati Bireuen
3. H. M. Amim Said, SH., M.Hum, mantan Ketua DPRK Banda Aceh
4. Abu Yus, mantan Ketua DPRD Provinsi Aceh
5. Drs. Aiyub Ahmad, M.Si, mantan Kepala Bappeda Pidie

Serta para mantan pejabat legislatif dan akademisi yang memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan daerah.

H. M. Nur Mahdi, SH., M.H, selaku Ketua Presedium Pemekaran Pidie Sakti, menyampaikan pidato penuh haru dan semangat. “Perjuangan ini sudah kami mulai sejak 2018. Hari ini, kita hadir bukan dengan tangan kosong, tapi membawa dokumen dukungan dari 13 kecamatan, dibubuhi tanda tangan oleh seluruh keuchik, ini adalah bukti bahwa rakyat telah bersuara,” ujarnya dengan mata yang basah.

Dalam suasana penuh harap, para tokoh menyampaikan orasi dan refleksi perjuangan yang telah ditempuh. Mereka menyadari bahwa perjuangan belum selesai: rekomendasi dari Bupati, DPRK Pidie, Gubernur Aceh, dan DPRA masih harus dikumpulkan. Namun semangat tak boleh padam. Masyarakat telah memulai, dan kini mereka memanggil para pemimpinnya untuk menyambut langkah ini.

Di tengah forum, Dr. H. Nasir Djamil menyampaikan pesan penuh makna, “Jangan biarkan rakyat hanya berkeringat di tempat seperti orang naik treadmill. Kami butuh langkah nyata, bukan hanya janji. Pidie Sakti harus menjadi kenyataan, bukan mimpi.”

Wahai Para Pemimpin, Dengarlah…

Rakyat kami tidak meminta istana.
Kami hanya ingin rumah yang layak untuk cita-cita anak-anak kami.
Kami tidak meminta jalan emas,
Kami hanya ingin jalan yang mempermudah ibu hamil tiba di puskesmas.
Kami tidak meminta keajaiban,
Kami hanya ingin keadilan yang telah lama tertunda.

13 kecamatan ini tidak lagi meminta-minta,
Kami menawarkan semangat,
Kami menghadirkan komitmen,
Kami menyerahkan kepercayaan penuh kepada para pemimpin negeri.

Satu Kata untuk Pemimpin: Wujudkan!

Pidie Sakti bukan hanya soal wilayah.
Ia adalah wujud cinta rakyat kepada masa depannya.
Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Kami telah memulai.
Kini, kami menunggu tangan para pemimpin untuk menyempurnakan.(A5)

#PidieSaktiBergerak UN#KamiInginMaju #DariRakyatUntukNegeri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *