Aceh Selatan – mediamataelangindonesia.com || Ketua Umum Peusaboh Bangsa Atjeh, Subki Mohammad Bintang atau yang akrab disapa Tgk. Bintang, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kegaduhan yang terjadi di Aceh Selatan akhir-akhir ini. Ia menilai, polemik yang mencuat ke permukaan seharusnya tidak perlu terjadi, apalagi di tengah situasi ekonomi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
“Kondisi ekonomi masyarakat sedang paceklik, tapi justru di tengah kondisi seperti ini, muncul kebijakan yang menambah beban rakyat. Ini sangat disayangkan,” ujar Tgk. Bintang dalam pernyataannya, Sabtu (12/4).
Menurutnya, kegaduhan yang timbul merupakan buah dari cara kepemimpinan yang tidak matang. Ia menilai Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan, terlalu kekanak-kanakan dalam mengambil keputusan, terlebih yang menyangkut kepentingan publik.
“Bupati seolah-olah tidak mengenal daerah yang ia pimpin, dan lebih miris lagi, terkesan tidak peduli dengan persoalan mendasar yang dihadapi rakyat,” tambah Tgk. Bintang.
Salah satu kebijakan yang paling disorot adalah pemangkasan gaji tenaga honorer hingga 70% dalam rangka efisiensi anggaran. Kebijakan ini dinilai sangat tidak berperikemanusiaan dan mencerminkan ketidakpekaan terhadap kondisi sosial masyarakat.
“Memotong gaji honorer sebesar itu di tengah himpitan ekonomi adalah kebijakan yang kejam. Seharusnya pemerintah hadir memberi solusi, bukan menambah penderitaan,” tegasnya.
Tgk. Bintang berharap, pemerintah daerah lebih bijak dalam mengambil keputusan, dan membuka ruang dialog dengan masyarakat serta tokoh-tokoh lokal demi menjaga stabilitas sosial di Aceh Selatan.(TSA)
