*KUTA SIMPANG, PIDIE JAYA* – Semangat gotong royong dan kesederhanaan menjadi kunci utama masyarakat Kemukiman Kuta Simpang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, dalam membangun sarana ibadah. Melalui musyawarah yang dihadiri secara bersahaja oleh *Imum Mukim, seluruh Keuchik (Kepala Desa), Tokoh 5 Gampong Mns. Jurong, Beuringen, Pante Beureune, Buangan dan Lueng Bimba,serta Pengurus BKM (Badan Kemakmuran Masjid) Tgk. Japakeh, telah tercapai kesepakatan bulat untuk membangun **tempat wudhu baru* bagi masjid setempat.
Proyek pembangunan ini sepenuhnya digerakkan oleh swadaya murni masyarakat. Seluruh biaya pembangunan, yang diperkirakan mencapai *[Rp.478.955.000],* bersumber dari sumbangan warga Kuta Simpang, baik yang berdomisili di kampung halaman maupun para perantau yang senantiasa rindu menyumbang untuk kemajuan kampungnya. Desain dan gambar teknis tempat wudhu pun telah disiapkan sebelumnya, menandakan kesiapan dan keseriusan pelaksanaan proyek.
Yang patut diapresiasi adalah strategi pengumpulan dana yang kreatif dan partisipatif. BKM Masjid Tgk. Japakeh menggulirkan program *”Celengan Sehari Seribu”* yang dibagikan kepada seluruh gampong (desa) dalam kemukiman. Program ini mengajak setiap keluarga untuk rutin menabung minimal Rp 1.000 per hari, yang kemudian dikumpulkan secara periodik.
*Hasilnya sungguh menggembirakan.* Sekretaris BKM Masjid Tgk. Japakeh, *Edi Mahmudi, dalam konfirmasinya kepada media, menyatakan dengan penuh syukur, *”Alhamdulillah, dalam waktu hanya satu bulan sejak program ‘Celengan Sehari Seribu’ diluncurkan, dana yang terkumpul telah mencapai jutaan rupiah.”** Pencapaian ini membuktikan antusiasme dan komitmen tinggi warga dalam mendukung pembangunan rumah ibadah.

Edi Mahmudi menekankan bahwa kesuksesan penggalangan dana ini adalah buah dari *kebersamaan seluruh elemen masyarakat* Kuta Simpang. “Ini murni hasil swadaya. Gotong royong warga di sini dan dukungan penuh dari saudara-saudara kita di perantauanlah yang memungkinkan proyek ini berjalan,” ujarnya kepada *Cek Mad*, pewarta media ini.
*Makna Lebih Dalam:*
Inisiatif ini bukan sekadar membangun fasilitas fisik, tetapi memperkuat tali silaturahmi dan kepercayaan antarwarga. Keterlibatan tokoh formal (Imum Mukim, Keuchik) dan non-formal (tokoh gampong), serta transparansi BKM melalui pelaporan ke media, mencerminkan tata kelola yang baik dan prinsip musyawarah mufakat. Program “Celengan Sehari Seribu” juga merupakan pendidikan kedermawanan yang merata, memastikan setiap lapisan masyarakat dapat berkontribusi sesuai kemampuannya.
Dukungan warga perantau menjadi bukti nyata bahwa *ikatan emosional dengan kampung halaman tetap kuat*, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan di daerah asal. Keberhasilan awal pengumpulan dana ini diharapkan memacu percepatan pembangunan tempat wudhu, sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh jamaah Masjid Tgk. Japakeh untuk beribadah dengan lebih nyaman.
Masyarakat Kuta Simpang sekali lagi menunjukkan bahwa *ketangguhan komunitas dan semangat swadaya* adalah pondasi terkuat dalam membangun kemajuan bersama.
*Editor : CM Cek Mad
