IMG-20240419-WA0042

 

Mataelangindonesia.com – Ogan Ilir Sumsel,  perayaan atau pesta untuk anak laki-laki yang dikhitan sebagai bentuk rasa syukur atau penghibur agar tidak terlalu merasakan rasa sakit sianak, Walimatul khitan disebut pesta khitan atau sunatan ini dilakukan oleh keluarga Itoh dan Yati atas anaknya Mekky di Desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Ogan Ilir, Jum’at Ba’da Maghrib, 19-04-2024.

“Bicara khitan atau sunat, esensi khitan itu merupakan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Maka dalam pointnya adalah bukan sekedar prosesnya saja, tapi karena khitan itu bagian dari perintah Allah SWT. Aspek khitan itu aspek ketaatan, maka intinya dalam persoalan apapun sepanjang Allah perintahkan tak peduli Nabi atau bukan, maka harus dilakukan. Adapun khitan merupakan bagian dari fitrah” Ujar Ustadz Lettu Infanteri Samsul Rizal (ustadz Sam) dalam tausiahnya.

Jadi ketika seseorang sudah dikhitan, maka semestinya meningkat juga ketaatannya kepada Allah SWT. Syariat itu untuk membangun ketaatan seseorang kepada RabbNya. Maka pesan bagi bapak/ibu yang sudah mengkhitankan anaknya, maka dari sejak kecil itu bukan hanya tuntutan setelah fitrah itu maka harus menjadikan ia lebih dekat kepada Allah. Maka orang tua harus bangunkan kedekatan antara anak dengan Allah SWT. Carikan tempat, guru yang baik, teman yang baik dan semuanya semata-mata untuk mendekatkan anak dengan Allah SWT.” Tambahnya kemudian.

Kemudian dari pada itu Ada 3 hikmah yang terkandung dalam Walimatul khitan;
1. Fitrah mengandung makna taat. Sudah sejauh mana bangun kedekatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka kalau sudah bangun kedekatan, maka sebagai orangtua buat rencana untuk membuatnya memiliki pribadi anak yang saleh. Jika anak belum dekat dengan Allah, maka sebagai orang tua dianjurkan bangun cara agar anak dekat dengan Allah. Dan berlaku adil kepada anak dalam pendidikan agama.
Atas nama perwakilan Jaringan Santri Indonesia (JSI) Sumatera Selatan, mengajak kita semua untuk mendidik anak sejak dini untuk shaleh salah satunya bersunat yang nantinya berguna bagi orang tua, agama, nusa dan bangsa.

2. Anak akan cenderung pada kebaikan. Terutama kebaikan pada hubungannya dengan makhluk, sesama manusia. Ketika manusia sudah terlahir ke dunia sejatinya ia memiliki kecenderungan berbuat baik dari dalam jiwanya.

3. Fitrah artinya sesuatu yang suci, bersih. Kembali suci dan baik. Dalam bahasa arab kalau bersih disebut nazhafah. Kalau suci disebut dengan at-thaharah. Kalau nazhafah lebih kepada aspek tampilan luar. Sedangkan thahir, maka luarnya bersih dalamnya suci. Dan Allah sangat cinta kepada orang yang bertaubat dan menyucikan diri. Maka jika anak sudah dikhitan, tugas orang tua adalah membuat anak memiliki pribadi dan hati yang bersih, suci dan baik.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda: ‘Fitrah itu ada lima, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak’.” (HR Bukhari dan Muslim).

“Dan perhatian buat kita semua bahwasanya anak yang sudah berkhitan akan percaya diri bahwa dia sudah bersunat, terhindar dari penyakit kelamin, dan bisa masuk dalam shaf-shaf sholat berjama’ah, apabila si anak belum berkhitan hendaknya di shaf bagian belakang karena dapat menimbulkan kekosongan shaf itu sendiri, utamakan anak-anak yang sudah berkhitan terlebih dahulu,” pesan Ustadz Sam. (Adipatih)

Editor : Aslam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *