Nagan Raya.mataelangindonesiacom.
Ketidak seriusan manajemen dalam menanggapi tertundanya pembayaran TC untuk ASN disinyalir memang tidak terlalu di hiraukan, mengingat para pejabat Manajemen sudah memperoleh Tunjangan lainnya dan angkanyapun jauh lebih besar.
Salah satu narasumber AB menyebutkan Seharusnya tugas manajemen mengurus hak dan kewajiban untuk semua staf bukan hanya untuk mereka sendiri sungguh diluar dugaan memalui media ini kami ingin menyampaikan aspirasi kami bahwa inilah yang kami hadapi saat ini “ungkapnya”
Iya menambahkan Jangankan TC untuk uang jaga malam saja sudah enam bulan juga belum cair, begitu juga dengan uang jaga Lebaran sudah dua tahun belum di bayar, memang uang segitu bagi pejabat manajemen tidak seberapa tapi bagi kami naker yang bekerja sangat berarti dan berharga “lanjutnya”
Kami mohon kepada bapak bupati TR Keumangan untuk melihat keadaan kami, jangankan seperti janji bapak untuk menambah TC waktu kampanye dulu, ini bahkan menghilang “ujarnya”
Bahkan AB menerangkan untuk diketahui tunjangan lainnya untuk Kasi. 6 Jutaan / bulan Kabid. 9 Jutaan / bulan
KTU Belasan juta / bulan
Sedang direktur mencapai angka dibatas 20 Jutaan “katanya”
Padahal dengan Tunjangan sebesar itu seharusnya maksimal melayani kebutuhan hak petuagas , padahal petugaslah yang melayani masyarakat secara langsung “pungkasnya”
Bupati Nagan raya harus bersikap tegas terhadap Direktur RSUD SIM yang telah melalaikan kewajiban karena sejauh pantauan media dalam tahun 2026 pelayanan kesehatan di RS tersebut sangat memprihatinkan dengan berbagai permasalahan yang timbul mulai dari pengelolaan limbah B3 sampai ke hak personalia yang di abaikan.
Keterangan KTU RSUD SIM terkait TC memang belum dibayar semua Naker bukan pilah pilih adapun kendala dari rumah sakit tidak ada cuma terkait Dinas PKAD masih tahap mempelajari dari hasil LHP BPK. Pembayaran TC dari tahun 2025 belum di bayar dikarenakan temuan BPK dari tahun tersebut sehingga DPKAD mempelajari lagi bahan yang di ajukan oleh RSUD SIM(25/6/2026)
Bendahara juga menambahkan bahwa terkendala pembayaran TC akibat adanya temuan BPK mulai Tahun 2025 sehingga kami dari managemen RS mengatakan BPKAD Nagan Raya sedang mencari celah regulasi untuk pembayaran TC yang sudah lama tertunda dan akan kita akan terus memperjuangakan hak hak Naker.
Terkait saptic tank bocor sampai saat ini belum ada penanganan karena Direktur lost kontak baik dengan media maupun dengan managemen, seakan alergi dengan media dan enggan menanggapi permasalahan yang ditimbul di RS, pihak managemen kewalahan terhadap direktur karena tidak memberikan peralihan tugas kepada bawahan sehingga pihak managemen tidak bisa melakukan apa apa.
(Penulis ibnu)
