IMG-20250522-WA0262

Mediamataelangindonesia.com-Wilayah-Pulau Weh
Sabang, 22 Mei 2025 —Di turunkan Berita Kisah Asal Sumbar – Nasib malang menimpa sepasang suami istri asal Padang Pariaman, Sumatera Barat, setelah menjadi korban penipuan oleh seseorang yang mengaku dapat memberikan pekerjaan di Pulau Weh, ujung barat Indonesia. Alih-alih mendapatkan harapan baru, pasangan mualaf ini justru terdampar di Kota Sabang tanpa uang, tempat tinggal, maupun sanak saudara.

Pasangan tersebut, Ibrahim dan Cici, mengaku diiming-imingi oleh seseorang yang menjanjikan pekerjaan tetap dan kehidupan yang lebih baik di Sabang. Dengan harapan besar, mereka meninggalkan kampung halaman di Padang Pariaman dan berangkat ke Pulau Weh.

Namun, sesampainya di Sabang, mereka malah ditelantarkan. Orang yang menjanjikan pekerjaan tidak dapat dihubungi, dan keduanya tidak mengenal siapa pun di kota tersebut. Selama lima hari mereka hidup dalam ketidakpastian, tidur seadanya, dan mengandalkan belas kasih warga sekitar untuk sekadar mengisi perut.

“Kami benar-benar tidak tahu harus ke mana. Uang habis, makanan tidak ada, dan kami bahkan tidak punya cukup ongkos untuk kembali ke Padang Pariaman,” ujar Ibrahim dengan suara lirih saat ditemui di Kantor Baitul Mal Sabang. “Kami hanya bisa berdoa dan berharap ada bantuan.”

Kondisi mereka yang memprihatinkan akhirnya diketahui oleh warga dan diteruskan ke pihak Baitul Mal Kota Sabang. Tanpa menunda waktu, Baitul Mal segera bertindak. Selain memberikan bantuan kebutuhan pokok, pihak Baitul Mal juga membeli tiket feri dan bus antarkota agar Ibrahim dan Cici bisa pulang dengan aman dan layak ke kampung halamannya.

“Kami merasa terpanggil, ini adalah bagian dari amanah yang diemban oleh Baitul Mal. Tidak hanya menyalurkan zakat dan infaq, tapi juga menjadi garda terdepan dalam membantu mereka yang tertimpa musibah, apalagi ini sesama saudara seiman yang merupakan mualaf,” ujar salah satu pengurus Baitul Mal Sabang.

Bantuan diserahkan langsung di Kantor Baitul Mal Sabang pada Selasa, 20 Mei 2025. Pihak Baitul Mal juga memastikan mereka mendapatkan perlindungan selama proses perjalanan hingga tiba kembali di Padang Pariaman.

Ibrahim dan Cici adalah pasangan yang belum lama memeluk Islam. Dalam masa hijrahnya, mereka mencoba membangun kehidupan baru, namun sayangnya justru tertipu oleh janji-janji manis yang tidak bertanggung jawab. Meski demikian, mereka tetap tabah dan tidak kehilangan keyakinan.

“Kami bersyukur masih ada orang-orang baik seperti di Baitul Mal ini. Kalau tidak ada mereka, mungkin kami masih terlantar sampai sekarang,” ujar Cici dengan mata berkaca-kaca.

Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kehati-hatian dalam menerima tawaran pekerjaan, terutama dari pihak yang belum jelas latar belakangnya. Di sisi lain, kisah ini juga menunjukkan bahwa masih banyak lembaga dan individu yang peduli, siap membantu, dan menjadi harapan terakhir bagi mereka yang tertimpa kesulitan hidup.

Kini, pasangan tersebut tengah dalam perjalanan pulang menuju Padang Pariaman dengan harapan bisa memulai kembali hidup yang lebih baik, berbekal pelajaran berharga dari perjalanan penuh ujian di tanah perantauan.

Demikian Berita Kabar Dari Baitulmall Sabang Ke Kabiro-Mj Eric Novi Karno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *