Mataelangindonesia.com – Brebes, Rakoor TPPS dan penguatan kemitraan bertempat di gedung KPT lantai 5 (30/08/2923) dibuka oleh PJ.Bupati Brebes Urip Sihabudin SH MH
Pj.Bupati Brebes mengatakan ” Intervensi terhadap baduta,ibu hamil yang beresiko itu yang perlu kita evaluasi dan kalau ada kesulitan dirembuk didiskusikan
Kita harus gas kembali untuk melaksanakan program program yang sudah kita sepakati bersama, karena sejati kita sudah tahu caranya,hanya saja konsensi kita dalam melaksanakan program program yang kita buat memang belum kita penguatan , kontrol masukan dari teman teman serta masukkan dari teman teman barangkali ada sesuatu yang perlu diperbaiki kita perbaiki bersama
Evaluasi capaian indikator percepatan penurunan stunting di Kabupaten Brebes tahun 2022 , dipimpin oleh Sekda Kabupaten Brebes Ir.H.Djoko Gunawan MT.
Hendrawan Pranata Komputer muda Dinkominfotik sebagai programmer Sambangdata menyampaikan “dari pertemuan hari ini ditemukan permasalahan adalah data yang tidak sinkron antara aplikasi Sambangdata dan aplikasi Sapulada sebagai programmer Pandu Aldi ,dimana aplikasi Sambangdata berfungsi untuk menginput data intervensi bayi stunting dan Sapulada digunakan untuk pelaporan kepada pejabat.
Fokus kita di Kominfo sampai dengan pertemuan selanjutnya Minggu depan adalah memperbaiki data yang tidak sinkron, salah satunya dengan melakukan pengecekan data data baduta deng NIK ibu dan mengaktifkan
atau menon aktifkan data baduta yang dobel , pindah atau tidak bisa dilakukan intervensi ini sudah koordinasi dengan DP3KB dan Baperlitbangda hari Jumat data sudah Klir jadi ada waktu sekitar 3 hari Sabtu sampai Selasa untuk melakukan pembaharuan data sehingga untuk pertemuan selanjutnya data sudah sinkron antara data di Sambangdata dengan di Sapulada
Untuk posisi sekarang masih ada sekitar di Sambangdata ada sekitar 2 ribuan data tetapi di Sapulada hanya tercatat 1700 berarti masih sekitar 300 data yang belum sinkron
Sofi Astuti SE yang ditugasi BKKBN provinsi Jawa tengah sebagai Tehnical asisten program stunting di Kabupaten Brebes mengatakan ” Untuk terkait program stunting, ada sebuah lembaga atau wadahnya untuk mengelola stanting namanya tim percepatan penurunan stunting (TPPS)
TPPS dibentuk dari tingkat pusat yang diketuai Wakil Presiden , tingkat provinsi diketuai Wakil Gubernur , tingkat Kabupaten diketuai oleh wakil Bupati, kalau tidak ada wakil seperti Brebes berarti Sekda , tingkat kecamatan oleh camat sebagai ketua dan untuk Desa istri kepada desa selaku TPPS tingkat desa.
Tujuannya supaya terkait dengan stunting di ibu hamil kemudian baduta balita ibu nifas itu bisa tertangani secara maksimal , dimana tertangani secara maksimal berarti dibutuhkan intervensi atau bantuan terhadap sasaran tersebut,sehingga nanti kedepannya sudah tidak ada stunting lagi
Jadi ini perlu keterlibatan atau konvergensi dari berbagai pihak , OPD maupun pihak swasta/perusahaan untuk menyelesaikan permasalah terkait stunting ” tutup Sofi.
Turut hadir pada Rakor TPPS dan penguatan kemitraan DR.Muhadi Setiabudi sebagai narasumber memberikan masukan masukan diantaranya Lelang desa desa dalam percepatan penurunan stunting Kepada Perusahaan Swasta maupun perbankan serta para OPD di Kabupaten Brebes , diantaranya disampaikan H.Abdul Haris ketua BAZNAS kabupaten Brebes insyaallah siap menuntaskan Stunting di 9 Desa ” ucap Abdul Haris .
Serta beberapa Perusahaan Swasta lainnya sudah bersedia dan sudah didata Oleh Baperlitbangda Kab.Brebes .(Bambang Sugiarto)
Editor : Aslam
