WhatsApp Image 2025-07-01 at 20.05.35

Banda Aceh, 30 Juni 2025 – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan sejarah dengan melantik empat guru besar baru, salah satunya adalah Prof. Dr. Ners. Marlina, S.Kep., M.Kep., Sp.MB., asal Meureudu, Pidie Jaya. Pelantikan berlangsung secara khidmat pada Senin, 30 Juni 2025, di Gedung Serba Guna USK. Prof. Marlina resmi menyandang gelar Guru Besar dalam Ilmu Keperawatan Medikal-Bedah di Fakultas Keperawatan USK, menjadikannya sebagai satu-satunya putri Pidie Jaya yang mencapai prestasi akademik tertinggi ini dalam bidang keperawatan.

Dedikasi dan Inovasi dalam Dunia Keperawatan

Prof. Marlina telah lama dikenal sebagai akademisi dan praktisi keperawatan yang konsisten berkontribusi bagi pengembangan ilmu kesehatan, khususnya dalam perawatan pasien pasca-stroke. Salah satu karyanya yang paling monumental adalah pengembangan “Self-Care Independence Model” (Model Kemandirian Perawatan Diri), sebuah pendekatan inovatif yang menggabungkan edukasi pasien dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kemandirian penyintas stroke dalam perawatan diri.

Model ini telah diuji secara klinis dan terbukti efektif dalam:
– Meningkatkan kualitas hidup pasien stroke di Aceh.
– Mengurangi ketergantungan pasien pada keluarga atau tenaga kesehatan.
– Memperkuat sistem pendukung kesehatan berbasis komunitas.

“Stroke adalah salah satu penyebab disabilitas tertinggi di Aceh. Melalui model ini, kami ingin pasien tidak hanya sembuh, tetapi juga mampu mandiri dan produktif kembali,” ujar Prof. Marlina dalam orasi ilmiahnya.

Dukungan dari Rekan dan Masyarakat

Momen pelantikan ini menjadi semakin istimewa dengan kehadiran rekan-rekan SMA Negeri 1 Meureudu (Angkatan 1994) yang secara khusus datang untuk memberikan dukungan. Mereka menyebut Prof. Marlina sebagai “kebanggaan Pidie Jaya” dan inspirasi bagi generasi muda Aceh untuk terus mengejar pendidikan tinggi.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian Marlina. Ia membuktikan bahwa anak-anak Aceh, khususnya dari daerah seperti Pidie Jaya, bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” kata salah seorang alumni.

USK dan Komitmen pada Kesetaraan Gender
Pelantikan kali ini juga menegaskan komitmen USK dalam mendorong kesetaraan gender di dunia akademik. Dari empat guru besar yang dilantik, tiga di antaranya adalah perempuan, termasuk Prof. Marlina.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa universitas terus mendorong peningkatan jumlah guru besar, dengan target 37 guru besar baru pada tahun 2025. Prof. Marlina termasuk dalam 10 orang yang lulus penilaian promosi akademik periode Maret–Juni 2025.

Kontribusi pada SDGs Penelitian dan pengabdian Prof. Marlina sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:
– SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) : Meningkatkan kualitas hidup pasien stroke.
– SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) : Pengembangan model edukasi kesehatan berbasis teknologi.
– SDG 5 (Kesetaraan Gender) : Menjadi contoh perempuan Aceh yang sukses di dunia akademik.

Harapan ke Depan
Prof. Marlina berencana untuk terus mengembangkan penelitiannya, termasuk kolaborasi dengan rumah sakit dan pusat rehabilitasi stroke di seluruh Indonesia. Ia juga ingin mendorong lebih banyak perawat dan akademisi muda Aceh untuk terlibat dalam penelitian kesehatan yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Gelar ini bukan akhir, tapi awal untuk bekerja lebih keras. Saya ingin ilmu yang kami kembangkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Aceh,” tegasnya.

Pelantikan Prof. Marlina tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan almamaternya, tetapi juga bukti bahwa Aceh memiliki sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesehatan di Indonesia.

Editor : CM Cek Mad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *