Jakarta – Aktivis muda asal Orimakurunga di jakarta angkat suara, Moh Reza A. Syadik, melontarkan kritik tajam terhadap empat anggota DPRD Halmahera Selatan dari Dapil Makayoa yang dinilai bungkam di tengah gonjang ganjing polemik pro-kontra Daerah Otonomi Baru (DOB) Makean Kayoa pada media online.
“Empat wakil rakyat dari Dapil Makayoa bungkam. Tidak ada satu pun yang menyampaikan sikap. Apakah mereka mendukung DOB atau tidak? Publik berhak tahu,” tegas Reza, Selasa (21/5).
Ia juga menyoroti Panitia DOB Makean Kayoa yang baru dibentuk agar tidak hanya fokus pada seremoni, Foto-foto, tetapi aktif dong membangun komunikasi politik dengan DPRD dan konsolidasi ke akar rumput di pulau Makean dan Kayoa.
Di lain sisi, forum resmi jika di buat akan menjadi sarana penting, untuk membuka dasar pikir dari semua pihak dalam perhelatan pro dan kontra pemekaran DOB Makean Kayoa. Forum resmi ini tentu tidak hanya wadah tukar pendapat saj , tetapi menjadi ruang klarifikasi dan pembuktian sejauh mana gagasan DOB ini benar-benar memiliki pijakan sosial, politik, dan akademik. Tanpa forum resmi yang terbuka, wacana hanya akan berputar dalam lingkaran sempit narasi media online, penuh spekulasi, dan minim substansi.
“Panitia juga yang suda terbentuk harusnya bertanya langsung ke DPRD. Jangan hanya duduk manis. Perjuangan DOB bukan sekadar simbol, tapi kerja nyata bergerak. Libatkan tokoh adat, pemuda, aktivis mahasiswa, dan masyarakat di tiap desa Makean dan Kayoa,” ujarnya.
Reza menegaskan pentingnya kajian akademik dan kerangka pemekaran yang konkret, serta forum resmi yang terbuka untuk menghindari kesan dugaan bahwa isu DOB hanyalah batu loncatan politik atau hanyalah upaya penggalangan anggaran yang bermotif suaka pemkab. Halmahera Selatan
“Kami mendukung DOB Makean Kayoa, tapi bila murni semangat yang dibawa adalah soal Pulau Makean dan Kayoa yang sering menjadi korban janji pembangunan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan yang sering stag dari berbagai pembangunan. Kami tidak ingin semangat DOB Makayia hanya menjadi alat pencitraan atau penggalangan anggaran. Jika serius, kami tantang berani ga bentuk forum resmi libatkan semua pihak, bukan perang komentar di media yang berkutan Pro, atau Contra,” tutup Reza.
