Meureudu mediamataelangindonesia.com , 24 Juli 2026 – Gedung MTQ Pidie Jaya berubah menjadi pusat gegap gempita seni dan budaya selama dua hari berturut-turut pada 22-23 Juli 2026. Pagelaran dan Pameran Meusyuhu yang digagas oleh Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya sukses menyedot perhatian ribuan mata, khususnya 500 pelajar SMA/SMK se-Pidie Jaya yang memadati aula utama.
Kegiatan bertajuk “Meusyuhu”—yang dalam bahasa Aceh berarti spektakuler atau luar biasa—ini benar-benar mewujudkan namanya. Panggung utama disulap menjadi ajang unjuk kebolehan bagi 10 grup seni yang terdiri dari perpaduan sanggar seni sekolah menengah atas dan komunitas seni tanah air Pidie Jaya. Tampil memukau mulai dari tarian tradisional Saman dan Ratoh Jaroe yang dinamis, hingga teaterikal dan musik etnik kontemporer yang menghentak, membuat suasana gedung MTQ seakan tidak mau berhenti bergemuruh oleh tepuk tangan.
Salah satu primadona yang paling menyita perhatian adalah Pameran Lukisan tunggal dari Rahim Art, seorang putra asli Pidie Jaya yang karyanya telah dikenal luas. Deretan kanvas penuh warna dan filosofi mendalam tersebut tidak hanya dipajang, tetapi juga menjadi pusat diskusi para seniman, budayawan, serta para pelajar yang antusias menggali makna di balik setiap goresan kuas.
Acara akbar ini dibuka dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran petinggi dan Forkopimda. Tampak hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Jaya, Rektor ISBI Aceh, Prof. Dr. Wildan, M.Pd, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) wilayah setempat. Kehadiran Ketua Dharma Wanita ISBI Aceh, Kepala Disporapar, Kepala Dinas P&K, perwakilan dari Majelis Adat Aceh (MAA), jajaran Polres dan Forkopimda, serta puluhan kepala sekolah SMA/SMK turut memeriahkan barisan tamu undangan yang hadir. Kehadiran para seniman dan budayawan kawakan Pidie Jaya pun menambah semarak diskusi seni di sela-sela pagelaran.
Ketua Pelaksana kegiatan, Aris Munandar, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas antusiasme luar biasa dari masyarakat dan pelajar. “Kami sengaja menghadirkan ‘Meusyuhu’ ini untuk menjembatani dunia kampus dengan akar budaya lokal. Pidie Jaya memiliki kekayaan seni yang luar biasa, dan ISBI Aceh hadir untuk mengangkat serta mengembangkannya bersama,” ujar Aris Munandar dengan penuh semangat di sela-sela acara.
Sementara itu, Rektor ISBI Aceh, Prof. Dr. Wildan, M.Pd, menegaskan bahwa ini adalah komitmen nyata ISBI untuk tidak hanya berkutat di kampus, tetapi turun langsung membina generasi muda. “Saya sangat terkesan dengan bakat para siswa dan komunitas di sini. Ini adalah ladang kreativitas yang subur. Apalagi dengan hadirnya pameran Rahim Art, ini membuktikan bahwa putra daerah mampu bersaing di kancah nasional,” puji Prof. Wildan.
Di tempat yang sama, Sekda Pidie Jaya menyampaikan apresiasi tinggi dan mengajak seluruh elemen untuk menjaga momentum ini. “Kami sangat mendukung penuh kegiatan yang menggali potensi seni dan budaya ini. Ini sejalan dengan visi Pidie Jaya untuk mencetak generasi berkarakter dan berbudaya. Terima kasih kepada ISBI Aceh dan seluruh panitia yang telah bekerja keras,” tuturnya.
Lebih dari sekadar hiburan, pagelaran ini menjadi ruang edukasi bagi 500 siswa yang hadir. Mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi juga diajak berinteraksi langsung dengan para seniman dalam sesi workshop singkat di sela-sela pameran. Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari itu ditutup dengan harapan agar kolaborasi serupa dapat terus berlanjut, menjadikan Pidie Jaya sebagai salah satu gudang seni budaya terdepan di Aceh.
Juga diadakan Seminar dengan beberapa narasumber yaitu : Razali, S.Pd,.M.Pd (Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Pidie Jaya), Syeh Husni (Ketua DKA Pidie Jaya), Drs. Syamaun (Anggota MAA/Budayawan Pidie Jaya).
Pewarta: CM Cek Mad5
