IMG-20260817-WA0617

MEUREUDU mediamataelangindonesia.com – Gemuruh takbir dan lantunan lagu kebangsaan menggema di pelataran Gedung MTQ Meureudu pada Senin pagi (17/8/2026). Ribuan pasang mata tampak khidmat menatap tiang bendera, menanti momen sakral pengibaran Sang Saka Merah Putih yang menjadi puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Pidie Jaya. Lautan peserta yang terdiri atas aparatur sipil, pelajar, TNI-Polri, hingga tokoh masyarakat memadati area upacara, menciptakan pemandangan mozaik kebangsaan yang memukau—seragam putih para pelajar berpadu dengan coklat kekar aparat TNI, biru polisi, serta pakaian adat Aceh yang berwarna-warni.

Upacara peringatan tahun ini berlangsung dengan tingkat khidmat yang tinggi dan meriah, dipimpin langsung oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos., ME, selaku Inspektur Upacara. Dalam pelaksanaannya, Bupati didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK). Bertindak sebagai Perwira Upacara, Kapten Infanteri Supriyadi selaku Danramil 19 Meureudu, sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapten Infanteri Irwansyah, Danramil 22 Ulim. Untuk Komandan Kompi Paskibraka, posisi strategis tersebut diamanatkan kepada Letnan Satu Infanteri Dedi Irawan, Danton Kompi Senapan B Yonif 113/Jaya Sakti, yang berhasil memimpin formasi pengibar bendera dengan gerakan kompak dan memukau.

Rangkaian prosesi berjalan dengan alur yang terstruktur dan penuh makna. Dimulai dari persiapan pasukan di lapangan, penyambutan inspektur upacara, hingga pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan Shalawat Badar yang menggugah hati. Puncak kemeriahan terjadi saat detik-detik proklamasi dikumandangkan, diiringi kenaikan Bendera Merah Putih yang berkibar perlahan oleh Paskibraka Pidie Jaya 2026. Suasana hening cipta pun menyelimuti ribuan hadirin sebagai bentuk penghormatan mendalam kepada arwah para pahlawan pendahulu bangsa. Setelah itu, pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menggema lantang, mempertegas janji kebangsaan seluruh peserta.

Salah satu momen paling mengharukan dalam upacara tersebut adalah penyerahan cenderamata kepada para veteran pejuang kemerdekaan yang hadir. Dengan tubuh renta namun semangat yang masih membara, para veteran menerima penghargaan sambil sesekali menyeka air mata haru. Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga memberikan penghargaan khusus atas capaian dan komitmen peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah tersebut, sebagai bentuk pengakuan terhadap inovasi dan dedikasi aparatur sipil negara.

Setelah rangkaian upacara resmi selesai, gelaran berlanjut ke panggung hiburan dan parade yang semakin menyulut euforia penonton. Penampilan aubade dari Paduan Suara SMA Negeri 2 Meureudu sukses mencuri perhatian. Di bawah arahan Kepala Sekolah Faisal Rizal, S.P., dan asuhan Cut Salmina, S.Ag., dengan dirigen berbakat Khalisah Syamila, alunan lagu-lagu perjuangan dan daerah dibawakan dengan harmoni yang merdu, membuat sebagian peserta tak kuasa ikut bernyanyi bersama. Semarak semakin menjadi ketika atraksi tarian tradisional Aceh dan display marching band ditampilkan di atas panggung utama, diiringi sorak sorai dan tepuk tangan meriah dari ribuan pasang mata yang menyaksikan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan parade dan defile akbar yang dipimpin oleh Komandan Defile, Letnan Satu Infanteri Munawir, Danramil Jangka Buya. Barisan defile yang terstruktur rapi menampilkan kebanggaan masing-masing elemen: mulai dari kontingen Paskibraka, jajaran TNI-Polri dengan kendaraan taktis, Satpol PP dan Wilayatul Hisbah, para guru dan tenaga pendidik, tim kesehatan, ASN, aparatur gampong, hingga ribuan pelajar dari jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK yang berbaris dengan penuh percaya diri. Defile ini seakan menjadi simbol bahwa seluruh lapisan masyarakat Pidie Jaya bergerak seirama dalam satu nafas kebangsaan.

Di sela-sela kemeriahan, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat. “Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, SKPK, jajaran TNI dan Polri, ASN, para guru, pelajar, aparatur gampong, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh masyarakat Pidie Jaya yang telah bekerja keras dan berpartisipasi aktif. Kehadiran ribuan peserta hari ini adalah bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan nasionalisme kita masih sangat kuat,” ujarnya dengan nada haru.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjadikan peringatan ke-81 tahun ini sebagai energi baru dalam membangun daerah. “Kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, melainkan untuk diisi dengan prestasi nyata. Mari kita tingkatkan disiplin, layanan publik yang prima, dan kepedulian sosial. Semangat yang kita nyalakan di lapangan upacara hari ini harus kita bawa pulang dan terapkan di setiap sudut kehidupan serta dalam pembangunan Pidie Jaya ke depan,” tegasnya. Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, aparatur desa, tenaga pendidik, dan seluruh elemen masyarakat merupakan modal utama untuk mewujudkan Pidie Jaya yang semakin maju, tangguh, dan sejahtera.

Hingga acara usai, situasi tetap tertib dan kondusif. Peringatan HUT ke-81 RI di Pidie Jaya tahun ini meninggalkan kesan mendalam, tidak hanya sebagai seremonial tahunan, tetapi sebagai momen pemersatu yang memperkokoh ikatan kebangsaan di tengah keberagaman.

Saifuddin M.Pd Kaban Kesbangpol Pidie Jaya selaku penanggung jawab penyelenggara menyatakan kepada Cek Mad dari media ini dimana HUT RI kali ini walau dalam situasi paska bencana namun cukup meriah dan pesertanya pun cukup banyak serta Alhamdulillah sukses.

Pewarta: CM Cek Mad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *