WhatsApp Image 2025-05-13 at 16.05.13

Pidie Jaya – Keluarga Besar Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pidie Jaya berduka atas meninggalnya salah satu tokoh petani terkemuka, Jamaluddin Bin Muhammad Yahya (Almarhum), yang mengembuskan napas terakhirnya. Almarhum merupakan Wakil Ketua 1 KTNA Pidie Jaya serta dikenal sebagai ahli budidaya tanaman jagung yang telah banyak berkontribusi bagi dunia pertanian, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Kepergian Jamaluddin disambut duka mendalam oleh rekan-rekan sejawat di KTNA, petani, dan masyarakat Pidie Jaya. Dalam keterangannya, Ketua KTNA Pidie Jaya, Drs. H. Ridwan Husen, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita semua kehilangan seorang sosok yang gigih, rendah hati, dan berdedikasi tinggi bagi kemajuan pertanian, khususnya di Pidie Jaya. Almarhum bukan hanya seorang pemimpin di KTNA, tetapi juga seorang praktisi yang langsung turun ke lapangan, membimbing petani, dan menjadi duta pertanian kita di tingkat nasional,” ujar Ridwan Husen.

Almarhum semasa hidupnya aktif menjadi duta petani mewakili Pidie Jaya dalam berbagai forum pertanian, termasuk pertemuan tingkat provinsi dan nasional. Keahliannya dalam budidaya jagung membuatnya sering menjadi narasumber bagi petani muda dan penyuluh pertanian.

Sekretaris KTNA Pidie Jaya, Muhammad M. Piah, juga menyampaikan dukacita:
“Jamal adalah sahabat dan kolega yang sangat inspiratif. Semangatnya dalam mengembangkan pertanian, terutama jagung, patut menjadi teladan. Kami akan terus melanjutkan perjuangannya untuk memajukan sektor pertanian di Pidie Jaya.”
Selain Ketua dan Sekretaris KTNA, turut hadir dalam takziah para wakil ketua, pengurus, dan anggota KTNA, serta tokoh masyarakat dan petani setempat. Mereka mengungkapkan kenangan baik terhadap almarhum, yang dikenal sebagai pribadi yang ramah, visioner, dan selalu siap membantu sesama.

Jenazah almarhum dimakamkan di kampung Kumba Bandar Dua dengan dihadiri ratusan pelayat. KTNA Pidie Jaya berkomitmen untuk meneruskan warisan pengetahuan dan semangat almarhum dalam membangun pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.
“Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” pungkas Ridwan Husen.
(CM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *