IMG-20260723-WA0946

 PIDIE JAYA,Mediamataelangindonesia.com – Di tengah hiruk-pikuk permainan bola tenis yang biasanya mereka lakukan di berbagai penjuru dunia, ada momen di mana raket berubah menjadi alat pemersatu untuk sebuah misi kemanusiaan. Hari ini, Kamis (23/7/2026), sebuah pemandangan berbeda terhampar di Gampong Pante Beureune, Kecamatan Meurah Dua. Sebuah komunitas pemain tenis internasional, yang terdiri dari warga Malaysia, Filipina, Amerika Serikat, Hongkong, dan Jepang, secara resmi tiba di lokasi bekas bencana banjir bandang yang meluluhlantakkan desa tersebut pada tahun lalu.

Kedatangan mereka bukan untuk sekadar berlibur atau bertanding, melainkan untuk menunaikan program sosial kemasyarakatan yang telah lama direncanakan. Para pegiat olahraga yang tergabung dalam komunitas solidaritas ini telah terbang dari negara masing-masing, berkumpul terlebih dahulu di Banda Aceh, sebelum akhirnya bersama-sama menyusuri jalan menuju Pidie Jaya.

Azmi, seorang warga Malaysia yang dipercaya sebagai koordinator tim, menyampaikan misi mulia tersebut kepada Cek Mad dari media ini. “Kami mungkin berasal dari negara yang berbeda, tetapi rasa kemanusiaan kami satu. Kami melihat gambar-gambar pasca-banjir tahun lalu dan tergerak untuk melakukan sesuatu yang nyata. Bukan hanya mengirim uang, kami ingin merasakan langsung dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat di sini,” ujar Azmi dengan penuh haru.

Rombongan yang difasilitasi oleh Acheh Tour yang di pandu oleh Pak Nasir dan juga Semporna Hiliday Adventure yang di pandu oleh tuan Azmi dari Perlis membawa 18 peserta dari macan negara, yang turut mendukung kelancaran logistik dan akomodasi mereka selama berada di kawasan bencana. Namun, yang paling menarik perhatian adalah agenda utama mereka: membantu pembangunan fisik berupa rehab (rehabilitasi) Meunasah setempat, yang merupakan pusat kegiatan ibadah dan sosial warga Gampong Pante Beureune.

Bantuan pembangunan tersebut diserahkan secara simbolis langsung kepada Keuchik Gampong Pante Beureune, Helmi Ghazali. Helmi yang didampingi oleh sejumlah tokoh masyarakat tampak tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan terima kasihnya.

“Ini adalah kejutan yang luar biasa. Kami tidak pernah menyangka bahwa komunitas olahraga dari berbagai negara akan tergerak untuk melihat langsung penderitaan kami. Saya mewakili seluruh masyarakat Pante Beureune mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Mereka tidak hanya datang untuk melihat, tetapi mereka ikut mengangkat beban kami dengan membangun kembali Meunasah kami yang rusak,” tutur Helmi Ghazali dengan suara bergetar.

Kehadiran mereka siang itu menjadi simbol nyata bahwa olahraga bukan hanya tentang fisik dan persaingan, tetapi juga tentang menjembatani budaya dan kepedulian. Rencananya, komunitas pemain tenis ini akan menghabiskan beberapa hari di Aceh, tidak hanya untuk bekerja bakti, tetapi juga untuk memberikan semangat baru kepada anak-anak desa yang menjadi korban bencana, dengan harapan senyum ceria kembali menghiasi wajah-wajah kecil di Gampong Pante Beureune.

Pewarta: Cek Mad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *