WhatsApp Image 2025-06-08 at 15.52.29

Meureudu, Pidie Jaya
– Minggu, 8 Juni 2025
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pidie Jaya menggelar prosesi pemotongan hewan qurban secara besar-besaran dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kemenag Pidie Jaya, Mulyadi, S.Ag., M.Pd., ini berlangsung khidmat di halaman kantor Kemenag setempat. Sebanyak 16 ekor lembu dan 1 ekor kambing disembelih secara simbolis, sebagai bagian dari total 160 ekor lembu yang dihimpun dari partisipasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh wilayah Pidie Jaya.

Kolaborasi ASN dalam Berqurban

Tahun ini, Kemenag Pidie Jaya mencatat rekor partisipasi tertinggi dalam pengumpulan hewan qurban. Sebanyak 160 ekor lembu berhasil dihimpun dari para pegawai di lingkungan Kemenag, menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Mulyadi menyampaikan rasa syukur atas antusiasme ASN dalam berqurban.

“Alhamdulillah, tahun ini kita berhasil mengumpulkan 160 ekor lembu dari para pegawai Kemenag Pidie Jaya. Ini adalah bentuk nyata kepedulian sosial dan semangat ibadah. Semoga qurban ini menjadi amal jariyah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” ujar Mulyadi usai prosesi pemotongan.

Makna Qurban: Lebih dari Sekadar Seremonial

Dalam sambutannya, Mulyadi menekankan bahwa ibadah qurban bukan hanya ritual tahunan, melainkan memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa hewan qurban akan menjadi “kendaraan” bagi pemiliknya di hari akhir.

“Qurban bukan sekadar bentuk kepedulian, tapi juga bekal untuk akhirat. Rasulullah menyampaikan bahwa hewan qurban akan menjadi kendaraan cepat bagi pemiliknya di hari kiamat. Mari tingkatkan semangat berqurban setiap tahun,”tegasnya.

Ia juga mendorong ASN untuk terus meningkatkan partisipasi, mengingat qurban merupakan salah satu bentuk pengabdian dan investasi akhirat yang tak ternilai.

Penyaluran Daging Qurban yang Merata dan Tepat Sasaran
Daging dari 16 ekor lembu yang disembelih di Kantor Kemenag langsung dibagikan kepada kaum dhuafa dan masyarakat sekitar. Sementara itu, 144 ekor lembu lainnya didistribusikan ke seluruh kecamatan melalui koordinasi Madrasah Madrasah (MI, MTs dan MA).

Mulyadi memastikan bahwa pendistribusian dilakukan secara transparan, adil, dan berbasis data, dengan prioritas diberikan kepada keluarga kurang mampu.

“Kami memastikan daging qurban sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan. Pendataan dilakukan melalui KUA kecamatan agar tidak ada yang terlewat,” jelasnya.

Qurban sebagai Cermin Pelayanan Publik yang Humanis
Program qurban Kemenag Pidie Jaya tahun ini tidak hanya menjadi wujud pelaksanaan ibadah, tetapi juga mencerminkan kolaborasi harmonis antara instansi pemerintah dan nilai-nilai religius*. Mulyadi berharap inisiatif ini dapat menginspirasi instansi lain untuk melakukan hal serupa.

“Kita ingin ASN tidak hanya cakap secara administratif, tapi juga peduli terhadap nilai spiritual dan sosial. Semoga ke depan, jumlah hewan qurban terus bertambah dan semangat ini menular ke masyarakat luas,” tutup Mulyadi.

Respons Masyarakat

Masyarakat Pidie Jaya menyambut baik program qurban massal ini. Salah satu penerima manfaat, warga Meureudu, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah, tahun ini kami mendapat bagian daging qurban. Ini sangat membantu, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sulit,” ujarnya.

Dengan semangat Idul Adha, Kemenag Pidie Jaya berkomitmen untuk terus meningkatkan program serupa di tahun-tahun mendatang, memperkuat solidaritas sosial dan keimanan masyarakat.

Kegiatan qurban massal ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan. Semoga menjadi tradisi yang terus berkembang, tidak hanya di Pidie Jaya, tetapi juga di seluruh Indonesia. (CM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *