Sabang, 29 April 2025 – Harga komoditas pinang di kawasan Keuneukai, Kota Sabang, mengalami penurunan drastis dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah pengusaha penampung dan pengumpul buah pinang mengungkapkan kekhawatiran atas kondisi ini, karena berdampak langsung pada pendapatan petani lokal.
Menurut keterangan dari salah satu pengumpul pinang, harga pinang kering yang sebelumnya bisa mencapai Rp14.000–Rp16.000 per kilogram, kini hanya dihargai sekitar Rp9.000 bahkan ada yang turun hingga Rp2.300 di beberapa tempat di Aceh.
“Penurunan harga ini sangat memukul para petani. Banyak dari mereka yang tidak menutupi biaya produksi. Jika ini terus terjadi, bisa-bisa mereka berhenti menanam pinang,” ujar Aan Pengumpul pengusaha tersebut.
Sejauh ini, Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Sabang belum Menghubungi Mengenai tanggapan resmi atas kondisi ini. Namun, para petani berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah konkret untuk membantu menstabilkan harga.
Beberapa langkah yang dinilai penting untuk segera dilakukan antara lain membuka akses pasar ekspor, meningkatkan kualitas produksi melalui pelatihan, serta menyediakan fasilitas penyimpanan agar petani tidak menjual hasil panen saat harga rendah.
Dinas terkait juga diharapkan menjalin kerjasama dengan pemerintah pusat dan pihak swasta dalam mendukung keberlanjutan komoditas pinang sebagai salah satu sumber pendapatan utama masyarakat Keuneukai.
Demikian Laporan Sekilas Info Warga Setempat-Mei Sabang:Novi Karno
