WhatsApp Image 2025-05-13 at 01.12.36

Masyarakat Desak Pemerintah Hidupkan Kembali Panggung Seni Lokal

 

Sabang, 12 Mei 2025 –Media Mata Elang Indonesia Com,-Penutupan Eksibisi Seni Budaya Nusantara Tahun 2025 di Jembatan Merah Kota Sabang berlangsung sukses dan meriah. Acara yang digelar selama beberapa hari ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya dari berbagai daerah di Nusantara, sekaligus menjadi momen penting bagi kebangkitan seni lokal Sabang yang telah lama vakum.

Acara puncak yang digelar di Panggung Utama Eksibisi Seni Budaya Sabang dipadati oleh ribuan masyarakat yang datang dari berbagai wilayah, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara. Sejak sore hari, panggung telah dimeriahkan oleh pertunjukan tari tradisional, musik etnik, hingga penampilan seni kontemporer yang memadukan unsur budaya lokal dengan inovasi kreatif.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Eksibisi menyatakan rasa syukur dan apresiasi atas keterlibatan semua pihak, mulai dari seniman, komunitas budaya, pelajar, hingga masyarakat umum. “Eksibisi ini bukan hanya ajang unjuk seni, tetapi juga bukti bahwa Sabang punya potensi budaya yang sangat besar untuk dikembangkan,” ujarnya.

Namun di balik kesuksesan acara, muncul harapan besar dari masyarakat Sabang agar momentum ini tidak berhenti hanya di eksibisi semata. Warga dan pelaku seni mendesak Pemerintah Kota Sabang dan DPRK Sabang untuk lebih serius menghidupkan kembali panggung-panggung seni yang telah lama tidak aktif.

“Sebelum pandemi dan berbagai kendala lainnya, Sabang punya banyak kegiatan seni rutin. Tapi beberapa tahun terakhir ini vakum. Eksibisi ini menyadarkan kami betapa rindunya masyarakat akan hiburan seni yang sehat dan mendidik,” kata Nuraini, salah satu pegiat seni tari tradisional Sabang.

Banyak pihak menilai bahwa panggung seni bisa menjadi media ekspresi, edukasi, sekaligus daya tarik wisata. Potensi ini sejalan dengan visi Sabang sebagai destinasi wisata budaya dan alam di ujung barat Indonesia, tepatnya di titik Nol Kilometer. Keberadaan event seni juga diyakini bisa menjadi peluang ekonomi baru bagi para pelaku UMKM, pengrajin, dan pelaku ekonomi kreatif.

Tokoh masyarakat Sabang, menegaskan bahwa pemerintah perlu membuat kebijakan konkret, seperti alokasi dana kesenian, pembentukan pusat kreativitas seni, dan revitalisasi panggung-panggung seni yang terbengkalai. “Pemerintah tidak boleh menunggu, tetapi harus bertindak cepat. Anak-anak muda kita butuh ruang untuk berkreasi,” ujarnya.

Beberapa rekomendasi yang muncul dari diskusi komunitas budaya setempat antara lain: mengadakan festival seni tahunan Sabang, membuka pelatihan seni tradisional di sekolah-sekolah, serta menjadikan Taman Budaya Sabang sebagai pusat kegiatan budaya reguler yang terbuka untuk semua kalangan.

Sebagai bagian dari Indonesia yang kaya akan keberagaman budaya, Sabang memiliki peran penting dalam menjaga warisan seni bangsa. Penutupan eksibisi ini menandai awal baru bagi semangat kolektif masyarakat Sabang untuk kembali menghidupkan denyut seni yang selama ini nyaris mati suri.

Kini, semua mata tertuju pada langkah lanjutan dari Pemerintah Kota dan DPRK Sabang: akankah mereka menjawab harapan rakyat dan membuka kembali lembaran baru bagi kejayaan panggung seni di bumi Serambi Mekkah

Demikian Laporan Mei Sabang Kabiro-Mj Eric Novi Karno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *