IMG-20251127-WA0191

Sigli – Aceh || Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Tiro, rabu 26 November waktu setelah azan subuh meluap disebabkan tingginya curah hujan selama bulan november 2025 di Kabupaten Pidie.(26/11/2025)

Pantauan media dari dampak meluapnya Ie Krueng Tiro meliputi 4 kecamatan dibagian timur Kabupaten Pidie, mulai dari Kecamatan Sakti, Mutiara Timur, Mutiara, dan Kecamatan Kembang Tanjong.

Pengalaman dari masa lalu, semestinya menjadi cemeti bagi kita semua mengingat banjir ini tidak sepenuhnya akibat kondisi alam yang seakan memberontak. Banjir juga dapat kita rasakan sebab akibat betapa prilaku kita sebagai manusia sesungguhnya sering melupakan alam dan juga menjauhkan diri dari pencipta alam semesta itu sendiri, sebut Hendrika Putra atau lebih akrab disapa Keuchik Hendri.

Benar adanya, prilaku kita yang sampai saat ini belum sadar betapa bersahabat dengan alam itu sangat penting, menjaga sikap kita dengan alam itu sangat penting, minimal kita mesti sadar jangan lagi buang sampah sembarangan, sadar reboisasi dan tentunya senantiasa bersyukur, sebut Keuchik Hendri.

Meluasnya luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Tiro tahun ini mengakibatkan banyak kerugian bagi masyarakat di sejumlah kecamatan Mutiara Timur, Mutiara dan Kembang Tanjong. Kerugian parah dirasakan oleh masyarakat tani yang sebagian mereka baru saja selesai “tabu bijeh” (tabur benih, red) dan sebagian lagi baru selesai dan hendak memasuki tahap “seumula” (menanam padi, red).

Kawasan yang paling parah terdampak banjir dari meluapnya Krueng Tiro diantaranya meliputi Kemukiman Tiba, Kemukiman Beureueh, Kemukiman, Kemukiman Alue Batee, Kemukiman Adan, dan Kemukiman Asan Kumbang, Kemukiman Gp.Asan, dan Kemukiman Meuraxa di Kecamatan Kembang Tanjong, Begitu juga di sebagian Wilayah Kecamatan Geulumpang Baro.

Dampak banjir memang sangat luas, karena itu dalam menghadapi cuaca yang ekstrem ini tentunya mesti belajar banyak dari pengalaman masa lalu secara alam maupun secara ilmiah, agar kita semua bijaksana dalam menjalani kehidupan ini. Apa yang harus manusia lakukan ketika menghadapi musibah seperti musibah banjir ini? Kecuali tetap bersabar dan kedepan meminta kepada tuhan yang maha pencipta agar senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua, sebut guru mengaji yang tinggal berbatasan langsung dengan DAS Krueng Tiro Tgk.Zahlul Fitra, Spd,I, MPd.

Berdasar pengalaman, meluapnya DAS Krueng Tiro setiap tahun minimal tetap ada sekali, tergantung besar kecilnya debit air dan curah hujan hingga berdampak banjir, normalisasi DAS Krueng Tiro sudah saatnya dilakukan oleh pemerintah, mengingat pengalaman banjir dan kondisi kekininan sejumlah kawasan disepanjang aliran sungai.

Banjir tahun ini lebih luas terjadi dihampir semua Daerah Aliran Sungai (DAS) Seluruh Provinsi Aceh, bahkan kondisi banjir lebih parah terjadi di wilayah utara dan timur Provinsi Aceh. Pemerintah diharapkan cepat respon dalam penanganan banjir hingga pasca banjir, sebelumnya masyarakat sangat mengharapkan sampainya bantuan masa panik dari pemerintah dan pihak terkait untuk membantu penanganan darurat bagi masyarakat. Pemerintah Gampong / Desa sedapat dapatnya mendata setiap kejadian dan jumlah masyarakat yang berdampak banjir dengan harapan minimal dapat membantu masyarakat dalam menghadapi masa panik.
(AM_ZMA).

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *