IMG-20260714-WA0191

Pidie Jaya mediamataelangindonesia.com – Sebanyak 31 keuchik (kepala desa) terpilih hasil Pemilihan Keuchik Serentak Tahun 2026 resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos, ME, di Aula Cot Trieng I Kantor Bupati Pidie, Senin malam (13/7/2026). Pelantikan ini menandai babak baru kepemimpinan di tingkat gampong untuk masa bakti 2026–2032.

Prosesi pengambilan sumpah jabatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Bupati Pidie Jaya Nomor 230 Tahun 2026 tentang Pengesahan Keuchik Hasil Pemilihan Serentak Tahun 2026. Langkah ini sekaligus menjadi tahapan akhir dari proses demokrasi di tingkat gampong yang telah berlangsung beberapa waktu sebelumnya.

Dasar hukum pelaksanaan pelantikan mengacu pada Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Keuchik di Aceh, serta Peraturan Bupati Pidie Jaya Nomor 8 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Keuchik dalam Kabupaten Pidie Jaya.

Jaminan Kepastian Hukum dan Kesinambungan Pemerintahan

Pelantikan serentak ini bertujuan memberikan kepastian hukum atas hasil pemilihan keuchik sekaligus menjamin kesinambungan roda pemerintahan gampong. Dengan dilantiknya 31 keuchik, diharapkan pelayanan publik, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat tetap berjalan secara optimal tanpa terjadi kekosongan kepemimpinan.

Bupati Sibral Malasyi dalam sambutannya mengajak seluruh keuchik yang baru dilantik untuk menjadikan amanah rakyat sebagai tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh integritas, kejujuran, dan pengabdian tulus.

Keuchik Ujung Tombak Pelayanan Masyarakat

Menurut Bupati, keuchik merupakan ujung tombak pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, seorang keuchik dituntut mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, adil, dan transparan kepada warganya.

“Keuchik adalah garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Saya minta agar saudara-saudara mampu mengelola dana gampong secara akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Sibral.

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan pascapemilihan. Ia mengingatkan agar seluruh keuchik merangkul masyarakat tanpa membedakan pilihan politik yang telah diberikan.

“Setelah pelantikan ini tidak ada lagi perbedaan. Yang ada adalah semangat bekerja bersama membangun gampong. Jadilah pemimpin yang hadir di tengah masyarakat, mampu mendengar aspirasi, menyelesaikan persoalan, serta melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat,” pesan Bupati dengan tegas.

Perkuat Sinergi dengan Seluruh Elemen

Bupati juga mengimbau para keuchik untuk memperkuat sinergi dengan Tuha Peut (lembaga musyawarah gampong), aparatur gampong, ulama, tokoh adat, pemuda, serta pemerintah kabupaten. Kolaborasi yang solid antara seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan di tingkat gampong.

“Keberhasilan pembangunan gampong tidak bisa dilakukan sendiri. Butuh kerja sama semua pihak. Mari kita bangun Pidie Jaya dari gampong,” tambahnya.

Hadiri Unsur Forkopimda dan Tokoh Masyarakat

Prosesi pelantikan turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kabupaten (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Jaya, para Asisten Sekretariat Daerah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, serta para kepala perangkat daerah lainnya.

Tampak pula hadir unsur TNI dan Polri, para camat, Ketua Tuha Peut, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga para keuchik yang dilantik. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan dukungan penuh terhadap proses demokrasi di tingkat gampong.

Harapan Pemerintah Kabupaten

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap kepemimpinan baru di 31 gampong tersebut mampu mempercepat pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ketahanan sosial dan ekonomi desa, serta terwujudnya tata kelola pemerintahan gampong yang profesional, bersih, dan berdaya saing menjadi target utama.

“Semoga kehadiran keuchik-keuchik baru ini menjadi fondasi kuat menuju Pidie Jaya yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas Bupati mengakhiri sambutannya.

Dengan terlaksananya pelantikan ini, seluruh 31 gampong di Kabupaten Pidie Jaya kini telah memiliki pemimpin definitif yang siap mengemban amanah rakyat untuk lima tahun ke depan. Masyarakat pun berharap agar janji-janji kampanye segera diwujudkan dalam program nyata yang membawa dampak positif bagi kehidupan sehari-hari.

Pewarta : CM Cek Mad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *