Mataelangindonesia.com – Garut, Warga paguyuban Desa Sirnabakti mengadakan audensi dengan pihak Desa Sirnabakti di GOR Desa Sirnabakti, Kecamatan Pameungpeuuk, Kabupaten Garut. Senin 21 Agustus 2023. sekitar jam 09’00 WIB
Turut hadir juga dalam acara tersebut dari pihak forkofimcam kecamatan pamengpeuk.
Camat Pameungpeuk dan jajarannya
Polsek Pameungpeuk dan jajarannya
Koramil Pameungpeuk dan jajarannya
BPD desa sirnabakti dan ketua APDESI kecamatan Pameungpeuk Bapak Zenal Mutaqin.
Audensi itu merupakan tindak lanjutan dari warga Desa Sirnabakti guna menindak lanjut permasalahan dan ketidak jelasan Regulasi program-program Desa Sirnabakti.
Warga Desa Sirnabakti yang tergabung dalam kelompok Paguyuban Warga Sirnabakti yang di ketuai Engkus Kuswara dan 50 orang perwakilannya menuntut regulasi kejelasan ketransparansian terkait anggaran :
1 ketahanan pangan
2 pembelian mobil ambulance desa
3 pembangunan inprassetruktur desa
Namun sangat disayangkan saat awak media ingin meliput acara audensi tersebut kami sebagai awak media seolah-olah diusir melalui pengeras suara oleh salasatu pihak Desa Sirnabakti ( BPD DESA SIRNABAKTI ) sehingga kami dari berbagai awak media keluar dan menunggu hasil dari audensi tersebut.
Sedangkan dalam undang-undang Pers no 40 tahun 1999 tentang pers pasal 18, seseorang yang dengan sengaja menghambat dan menghalangi tugas wartawan otomatis melanggar ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dapat di ancam pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 500.000.000.( Lima Ratus Juta Rupiah )
Setelah selesai audensi kami langsung mewawancarai Kepala Desa Sirnabakti (Herdi Hidayat) Beliau memaparkan beberapa poin hasil audensi dengan warganya Sudah beres “iya audensi mengenai kejelasan ketahan pangan, mobil ambulance Desa, dan pembangunan inprassetruktur desa telah beres dan semua sudah di jelaskan dengan gamblang” tutur Herdi saat ditanya awak media
Namun pernyataan dari salahsatu Paguyuban Warga Desa Sirnabakti saat di wawancarai awak media merasa tidak puas, dan berencana menindaklanjut ke APH ” kami merasa tidak puas dengan jawaban jawaban kepala desa Sirnabakti yang tidak menjelaskan angaran demi anggaran dengan jelas dan terperinci mungkin kami akan melanjutkan audensi ketingkat APH.” Pungkasnya
pernyataan dari Kepala Desa dan pihak paguyuban seperti tidak menemukan titik tengahnya, sangat disayangkan sekali dengan pengusiran awak media saat meliput di lapangan tidak bisa menyaksikan secara langsung apa isi audiensi itu, seperti apa dan bagai mana kejadiannya, (Rizky)
Editor : Aslam