SABANG, Mediamataelangindonesia.com -Tepat 17 September 2026, H. Zulkifli H. Adam genap berusia 51 tahun. Sebuah usia yang bukan sekadar angka, melainkan potret panjang perjalanan seorang putra Sabang yang telah melewati dunia politik, legislatif, pemerintahan, berbagai dinamika kehidupan publik, hingga kembali dipercaya memimpin Kota Sabang untuk periode kedua.
Zulkifli H. Adam lahir pada 17 September 1975. Dalam perjalanan politiknya, ia pernah duduk sebagai anggota DPRK Sabang sebelum kemudian dipercaya menjadi Wali Kota Sabang periode 2012–2017. Setelah melewati rentang waktu di luar kursi kepala daerah, ia kembali memperoleh mandat masyarakat dan kini memimpin Sabang bersama Wakil Wali Kota Drs. H. Suradji Junus untuk periode 2025–2030.
Perjalanan itu memperlihatkan bahwa kepemimpinan bukanlah jalan yang selalu lurus. Ada masa ketika seseorang berada di parlemen, ada saat berada di pusat pemerintahan, ada pula fase ketika harus menghadapi dinamika politik dan berbagai ujian kehidupan publik.
Namun waktu akhirnya membawa Zulkifli kembali ke tempat yang sama: Balai Kota Sabang.
Kini, tantangannya tentu bukan sekadar bagaimana memimpin pemerintahan, tetapi bagaimana menjadikan Sabang semakin bernilai di mata nasional maupun dunia.
Sabang memiliki modal yang tidak dimiliki banyak daerah: laut, Pulau Weh, Kilometer Nol Indonesia, kekayaan budaya, sejarah, pariwisata serta posisi strategis di jalur pelayaran internasional. Pemerintah Kota Sabang dalam berbagai agenda 2026 juga terus mendorong penguatan konektivitas maritim, pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif dan potensi ekonomi daerah.
Di periode keduanya, sejumlah capaian pemerintah daerah turut menjadi catatan. Sabang meraih Juara I Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sumatera, sementara Zulkifli H. Adam menerima Pemred Award 2026 bidang Komunikasi dan Informasi Publik.
Tetapi bagi seorang kepala daerah, penghargaan bukanlah garis akhir.
Penghargaan hanyalah tanda bahwa sebuah pekerjaan mendapat pengakuan.
Ukuran yang jauh lebih penting adalah apakah pembangunan mampu dirasakan masyarakat; apakah ekonomi bergerak, UMKM tumbuh, wisata membuka peluang, pelayanan semakin baik, lingkungan terjaga, dan generasi muda melihat Sabang sebagai tempat yang memiliki masa depan.
Di usia ke-51, Zulkifli H. Adam memasuki fase penting dalam perjalanan pengabdiannya.
Politik boleh menjadi jalan menuju kekuasaan, tetapi pengabdianlah yang menentukan makna sebuah kekuasaan.
Kursi Wali Kota memiliki batas waktu. Jabatan memiliki masa. Penghargaan suatu saat menjadi bagian dari arsip sejarah.
Namun jalan, sekolah, pelayanan publik, lingkungan yang terjaga, ekonomi masyarakat yang tumbuh dan generasi muda yang memiliki harapan—itulah yang akan lebih lama dikenang.
Karena itu, ulang tahun ke-51 Zulkifli H. Adam bukan hanya momentum untuk mengucapkan selamat.
Ini adalah momentum untuk melihat kembali perjalanan, sekaligus menatap pekerjaan yang masih panjang.
Sabang membutuhkan pemimpin yang mampu membawa potensi menjadi kekuatan, kekayaan alam menjadi kesejahteraan, dan posisi strategis menjadi peluang.
Dari Titik Nol Kilometer Indonesia, harapan itu bukan hanya agar Sabang dikenal karena keindahannya, tetapi juga karena kemajuan masyarakatnya.
Selamat ulang tahun ke-51, H. Zulkifli H. Adam.
Semoga usia yang bertambah menghadirkan kebijaksanaan yang semakin matang, kekuatan untuk menjaga amanah, serta keberanian untuk terus bekerja bagi masyarakat.
Sebab pada akhirnya, seorang kepala daerah tidak hanya meninggalkan masa jabatan—ia meninggalkan jejak.
Dan sejarah Sabang kelak akan mencatat, jejak seperti apa yang ditinggalkan Zulkifli H. Adam dalam perjalanan panjang Kota Sabang.
-Mj Eric Karno | Mei Sabang News