SABANG —Mediamataelangindonesia.com | Pemerintah Kota Sabang menunjukkan dukungan terhadap penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan melalui Workshop Pertolongan Awal Gawat Darurat di Pulau Sabang, yang digelar Jumat, 11 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kota Sabang tersebut menjadi ruang kolaborasi antara Universitas Syiah Kuala (USK), Fakultas Kedokteran USK, Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), serta Nakes Sabang dalam memperkuat pengetahuan dan keterampilan menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Workshop mengusung semangat “Better Emergency Care for Safer People, Stronger Tomorrow”, atau penguatan pelayanan kegawatdaruratan untuk menciptakan masyarakat yang lebih aman dan kesiapsiagaan yang lebih baik di masa mendatang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri dr. Edi Suharto, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Sabang, Wali Kota Sabang H. Zulkifli H. Adam dan Wakil Wali Kota Drs. H. Suradji Junus.
Kehadiran dr. Edi sekaligus menjadi bentuk dukungan Pemko Sabang terhadap peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya dalam menghadapi situasi yang membutuhkan tindakan cepat, tepat dan terukur.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Edi menekankan bahwa peningkatan kemampuan menghadapi kegawatdaruratan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan lintas sektor dan perangkat daerah.
Menurutnya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sabang perlu memberikan dukungan terhadap program-program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Peningkatan kapasitas seperti ini harus kita dukung bersama. OPD tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus ikut memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangannya,” demikian garis besar pesan dr. Edi dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai, keterampilan pertolongan awal pada kondisi gawat darurat merupakan kemampuan penting yang perlu terus diperkuat. Terlebih Sabang merupakan wilayah kepulauan dengan karakteristik geografis dan akses pelayanan yang memiliki tantangan tersendiri.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan kedokteran, organisasi profesi serta tenaga kesehatan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesiapsiagaan kesehatan yang lebih kuat.
Workshop tersebut juga mempertemukan peserta dari lingkungan kesehatan di Kota Sabang dengan tim akademisi dan tenaga profesional dari Banda Aceh, sehingga menjadi momentum pertukaran pengetahuan sekaligus pengalaman dalam penanganan kondisi kegawatdaruratan.
Materi dan praktik dalam kegiatan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memberikan pertolongan awal secara cepat, aman dan sesuai prinsip penanganan kegawatdaruratan, sebelum pasien memperoleh penanganan medis lanjutan.
Kolaborasi tersebut dinilai strategis bagi Sabang, mengingat kemampuan pertolongan awal pada fase awal kejadian dapat menjadi bagian penting dalam menyelamatkan korban sekaligus mencegah kondisi menjadi lebih berat.
Dari dokumentasi kegiatan, workshop berlangsung dalam suasana interaktif. Para peserta terlihat mengikuti rangkaian kegiatan bersama tim pengajar dan tenaga profesional, sekaligus memperkuat komunikasi antara unsur pemerintah, tenaga kesehatan dan akademisi.
Dari Mantan Kadinkes, Kini Staf Ahli Pemko Sabang
Kehadiran dr. Edi dalam kegiatan tersebut juga memiliki relevansi kuat dengan pengalaman profesionalnya di bidang kesehatan.
Sebelumnya, dr. Edi Suharto menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang. Dalam rotasi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemko Sabang pada akhir Agustus 2026, ia kemudian dipercaya menduduki jabatan Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kota Sabang.
Pengalaman tersebut membuat perhatian terhadap penguatan sektor kesehatan tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugasnya sebagai staf ahli, terutama dalam memberikan masukan strategis bagi pemerintah daerah terkait kesejahteraan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia.
Bagi Pemko Sabang, kegiatan semacam ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi bagian dari investasi sumber daya manusia untuk membangun sistem pelayanan kesehatan yang semakin responsif.
Kolaborasi FK USK, PERDATIN dan Nakes Sabang juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara dunia akademik, organisasi profesi dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.
Dengan penguatan kompetensi tenaga kesehatan dan dukungan lintas OPD, Sabang diharapkan semakin siap menghadapi berbagai situasi kegawatdaruratan serta mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
-Mj Eric Karno | Media Mei Sabang