Mediamataelangindonesia.com
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Ngawi terus mempercepat pembangunan jembatan penghubung di Desa Jatipuro, Kecamatan Karangjati. Saat ini pekerjaan telah memasuki tahap pembangunan fondasi atau abutment jembatan.
Menurut Kepala Bidang Kawasan Permukiman Disperkim Ngawi, Pipit Dwi Herlina, progres pekerjaan menunjukkan hasil lebih baik dari target. Awalnya progres ditargetkan mencapai 1,63 persen, namun realisasi di lapangan telah melampaui target dengan deviasi positif lebih dari 8 persen.
Jembatan tersebut memiliki fungsi strategis sebagai penghubung kawasan ketahanan pangan di Jatipuro dan sekitarnya dengan wilayah Jatipuro Barat. Infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga.
Secara teknis, jembatan yang dibangun memiliki panjang 24 meter dengan lebar bentang 4 meter. Setelah pembangunan jembatan mendekati selesai, Disperkim akan melanjutkan perbaikan akses jalan menuju jembatan agar konektivitas wilayah semakin optimal.
Pembangunan ini merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang memiliki tiga fokus utama, yaitu pembangunan jembatan, perbaikan jalan, dan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Seluruh kegiatan dalam program tersebut didukung anggaran sekitar Rp2,7 miliar.
Hartono Ngawi
