PIDIE JAYA mediamataelangindinesia.com – Suasana penuh kebersamaan dan syukur mewarnai hari kedua Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pidie Jaya. Kamis (28/5/2026), kompleks perkantoran pemerintah yang berlokasi di Cot Trieng, Meureudu, berubah menjadi pusat kegiatan kurban yang meriah dan terorganisir. Sebanyak 204 ekor hewan kurban, didominasi lembu, resmi disembelih dan dagingnya segera didistribusikan kepada ribuan warga yang membutuhkan.

Tidak seperti pelaksanaan kurban pada umumnya, kegiatan kali ini memiliki sentuhan khusus. Kepala Kantor Kemenag Pidie Jaya, Mulyadi, secara langsung memimpin prosesi penyembelihan. Dengan mengenakan pakaian lapangan, ia turun tangan mengawasi setiap tahapan—dari pemotongan hingga pembungkusan daging—didampingi jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) serta panitia kurban yang sigap.

“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai syariat, sekaligus menjadi teladan bahwa kepedulian sosial harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar seremonial,” ujar Mulyadi di sela-sela kesibukannya mengatur aliran daging ke warga.

Peningkatan Signifikan Jumlah Hewan Kurban

Tahun ini menjadi catatan istimewa bagi keluarga besar Kemenag Pidie Jaya. Total hewan kurban yang berhasil dikumpulkan mencapai 204 ekor, rinciannya 197 ekor lembu dan 7 ekor kambing. Angka ini meningkat cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, peningkatan jumlah hewan kurban menunjukkan bahwa semangat berbagi dan kepedulian ASN Kemenag kepada masyarakat semakin tinggi. Ini bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga penguatan ekonomi dan sosial di sekitar kita,” jelas Mulyadi dengan penuh syukur.

Dari total 204 ekor tersebut, sebanyak 24 ekor lembu disembelih langsung di halaman kantor Kemenag Pidie Jaya. Tempat pemotongan khusus telah disiapkan dengan alas plastik dan saluran pembuangan yang bersih, sehingga tidak mengganggu lingkungan perkantoran.
Distribusi Merata hingga ke Pelosok Madrasah

Strategi penyaluran hewan kurban kali ini dinilai lebih efektif. Dengan mengirimkan hewan hidup ke madrasah-madrasah, proses pemotongan dapat dilakukan lebih dekat dengan masyarakat penerima manfaat. Setiap madrasah kemudian bertanggung jawab membagikan daging kepada warga sekitar, termasuk para santri, tenaga pendidik, dan keluarga kurang mampu di lingkungan tersebut.

“Kami tidak ingin daging kurban hanya menumpuk di satu titik. Dengan metode ini, jangkauan semakin luas dan masyarakat di daerah pelosok yang jauh dari pusat kota juga bisa merasakan kebahagiaan Idul Adha,” tambah Mulyadi.

Partisipasi ASN dan Kerja Lintas Sektor

Menariknya, dari total 204 ekor, partisipasi internal ASN di lingkungan kantor Kemenag dan Kantor Urusan Agama (KUA) se-Pidie Jaya mencapai 26 ekor lembu. Sebanyak 24 ekor di antaranya dipotong di kantor pusat, sedangkan 2 ekor lembu lainnya disalurkan melalui kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk menjangkau masyarakat yang belum tercover.

Hasilnya, di lingkungan kantor Kemenag saja, tercatat sebanyak 1.680 warga menerima daging kurban dengan porsi yang layak.

Mulyadi menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan—mulai dari penyembelihan sesuai tuntunan syariat, pencatatan, hingga distribusi—telah mengikuti standar operasional prosedur dan ketentuan yang berlaku. Ia berharap, melalui momentum Idul Adha 1447 H ini, semangat berkurban tidak hanya berhenti pada pemotongan hewan, tetapi juga menumbuhkan solidaritas sosial yang berkelanjutan.

“Kami berharap kebersamaan ini terus terjalin, bukan hanya setahun sekali. Manfaat kurban harus benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Pidie Jaya, dari pusat kota hingga madrasah-madrasah di pedesaan,” pungkas Mulyadi. Penulis -Muhamad .M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *