WhatsApp Image 2025-07-09 at 14.24.42

Media Mata Elang Indonesia, Sabang

SABANG, 9 Juli 2025 – Sebagai seorang jurnalis yang telah meliput berbagai dinamika sosial di Kota Sabang, saya kembali menyaksikan satu peristiwa yang bukan hanya menggugah, tapi juga menginspirasi. Hari ini, saya berkesempatan hadir dan berpartisipasi langsung dalam kegiatan Donor Darah Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-79 yang digelar oleh Lanud Maimun Saleh, Kota Sabang.

Bertempat di Gedung Serba Guna Lanud Maimun Saleh, suasana pagi ini begitu terasa penuh semangat kemanusiaan. Deretan prajurit, tenaga medis, hingga warga sipil tampak bersatu dalam satu semangat: menyumbangkan setetes darah demi harapan hidup sesama.

Sebagai media lokal, saya bukan hanya datang meliput, tetapi ikut menjadi bagian dari aksi kemanusiaan ini. Dan saya percaya, inilah esensi sejati dari Hari Bakti — ketika nilai-nilai pengabdian dan solidaritas tidak berhenti di upacara, tapi mewujud nyata dalam tindakan.

Komandan Lanud Maimun Saleh, LETKOL PNB ALFIAN ROKHMAT K., M.Han., dalam pernyataannya menekankan bahwa semangat Hari Bakti tidak boleh hanya menjadi kenangan sejarah, namun juga menjadi landasan untuk terus berbuat bagi rakyat. Pernyataan itu saya saksikan langsung, bukan hanya dari kata-kata, tetapi dari aksi nyata para anggota TNI AU hari ini.

“Hari Bakti adalah waktu untuk mengingat, tetapi juga saat untuk bergerak. Kita hadir, bukan hanya untuk menjaga udara negeri, tapi juga untuk menyentuh hati masyarakat,” ucap beliau kepada saya dalam sesi wawancara singkat.


Kegiatan ini dihadiri pula oleh berbagai unsur Forkopimda Sabang, tokoh-tokoh masyarakat, dan instansi pemerintah lainnya. Semua hadir bukan dalam sekat jabatan, tetapi dalam semangat kebersamaan dan kepedulian. Inilah Indonesia dalam bentuk kecilnya—bersatu untuk sesama.

Yang paling menyentuh bagi saya pribadi adalah melihat bagaimana masyarakat Kota Sabang, dari berbagai latar belakang, berbondong-bondong datang dan rela duduk di kursi donor. Tanpa pamrih. Tanpa takut. Semua demi nyawa yang mungkin bisa terselamatkan.

Di balik kamera dan catatan liputan, saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Bukan hanya sebagai jurnalis, tapi sebagai manusia yang percaya bahwa setetes darah bisa menjadi jembatan kehidupan.

Hari Bakti TNI AU ke-79 bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi saya, ini adalah pengingat bahwa kekuatan sejati militer bukan hanya pada senjata dan strategi, tetapi juga pada rasa cinta dan pengabdian kepada rakyat.

Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi budaya, bukan hanya agenda. Dan semoga kita semua terus menghidupi nilai-nilai pengabdian, kapan pun dan di mana pun kita berada.

Mari berdonor. Mari peduli. Karena kemanusiaan adalah tugas bersama.

Dilaporkan oleh:
Eric Karno – Kepala Biro Media Mata Elang Indonesia, Wilayah Sabang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *