Spirit Persaudaraan dari Danau Laut Tawar Menuju Titik Nol Indonesia
Takengon, 29 Juni 2025
Mediamataelangindonesia.com-Wilayah Pulau Weh
Suasana hangat penuh persaudaraan terasa begitu kental saat puluhan anggota Indonesia Lancer Community (ILC) dari berbagai wilayah nusantara tiba di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, dalam rangka Jambore Nasional ILC 2025 yang berlangsung pada 28–29 Juni 2025.
Bertempat di kawasan indah Danau Laut Tawar, acara disambut meriah oleh tuan rumah, ILC Regional Aceh, bersama unsur pemerintah daerah dan komunitas lokal. Lantunan musik tradisional Gayo, suguhan kopi khas Takengon, serta tarian penyambutan menjadi simbol kehormatan dan kehangatan bagi para peserta yang datang dari jauh, seperti Jogjakarta, Payakumbuh, Jakarta-Bekasi, hingga Pontianak.

“Kami merasa sangat bangga dan terhormat menjadi tuan rumah Jamnas ILC tahun ini. Ini bukan sekadar ajang otomotif, tapi momentum mempererat tali persaudaraan antar daerah,” ujar perwakilan ILC Regional Aceh.
Puncak kegiatan diisi dengan deklarasi nasional, sharing session antar regional, serta foto bersama berlatar Danau Laut Tawar yang menawan. Tak hanya itu, semangat kebersamaan terus berlanjut saat sebagian peserta langsung memulai touring lintas provinsi menuju Kota Sabang, titik paling barat Indonesia.
“Dari Takengon kami lanjutkan semangat Jamnas ini dengan touring menuju Sabang. Ini adalah simbol bahwa semangat Lancer tidak terputus, dari danau ke lautan, dari gunung ke titik nol,” ungkap Susilo, Koordinator Nasional ILC.
Touring menuju Sabang menjadi bagian dari program “Bhineka Lancer Tour 2025”, sebagai bentuk eksplorasi, promosi wisata nasional, dan penguatan solidaritas antaranggota komunitas. Rombongan disambut antusias oleh komunitas otomotif Aceh lainnya sepanjang rute perjalanan, sebagai bentuk sinergi lintas komunitas.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa ILC tidak hanya sekadar komunitas otomotif, melainkan keluarga besar yang terus menebarkan semangat positif, memperkenalkan pariwisata Indonesia, dan memperkuat persatuan dalam kebhinekaan.
Demikian Laporan Pantauan Mei-Kabiro Sabang (Eric Karno)
