Mediamataelangindonesia.com-Wilayah Pulau Weh
SABANG, 25 Juni 2025 — Suasana cerah dan angin laut sejuk menyambut langkah para wisatawan yang terus berdatangan ke Tugu Kilometer Nol Indonesia, Rabu pagi ini. Terletak di ujung barat Pulau Weh, Kota Sabang, titik nol Indonesia kembali menjadi primadona wisata saat liburan panjang.
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan antusiasme luar biasa dari pengunjung yang berasal dari berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi, bahkan turis asing dari Eropa dan Asia Tenggara turut menikmati momen berlibur di ikon geografis Indonesia tersebut.
Dari balik kamera ponsel dan kamera profesional, ratusan wisatawan tampak mengabadikan momen di depan monumen Tugu KM Nol yang berdiri kokoh menghadap samudera. Mereka tampak kagum dengan pemandangan alam yang begitu memikat, dihiasi deburan ombak dan hijaunya hutan lindung yang mengelilingi kawasan tersebut.

Meski Tugu KM Nol berada di Pulau Weh, para pemandu wisata lokal tak lupa menyampaikan bahwa Pulau Rondo,pulau terluar Indonesia, terletak lebih jauh ke barat, sekitar dua jam pelayaran, dan menjadi jalur lintas kapal internasional yang memperkuat posisi strategis wilayah ini.
Dalam upaya menjaga kenyamanan pengunjung, Instansi Terkait Kota Sabang telah menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang, termasuk tempat sampah yang tersebar di berbagai titik area wisata. Hal ini mendapat apresiasi dari wisatawan yang merasa betah berada di kawasan yang bersih dan tertata.
> “Saya baru pertama kali ke Sabang, dan langsung terpesona. Tempat ini bukan hanya indah, tapi juga penuh makna. Simbol geografis seperti ini jarang ada, dan kebersihannya juga sangat dijaga,” ujar Vina, wisatawan asal Yogyakarta.
Selain berfoto dan bersantai, sejumlah pengunjung juga mengikuti tur sejarah singkat yang disampaikan oleh komunitas pemandu lokal yang telah dilatih secara profesional.
Tugu KM Nol Indonesia bukan hanya sekadar lokasi wisata. Ia adalah lambang kedaulatan, kebanggaan, dan awal dari seluruh perjalanan panjang bangsa Indonesia dari barat ke timur. Tak heran jika siapa pun yang menginjakkan kaki di sini merasa seolah telah mencapai sebuah pencapaian pribadi: berdiri di titik paling ujung tanah air.
Demikian Laporan Pantauan Media Mata Elang Indonesia Com Wilayah Sabang (Kabiro) Eric Karno
