IMG-20251204-WA0231

Film Nia merupakan karya terbaru garapan sutradara Aditya Gumay dan Ronny Mepet, yang diangkat dari kisah nyata tragis menimpa Nia Kurnia Sari, seorang gadis penjual gorengan dari Padang Pariaman, Sumatra Barat. Kisah ini terinspirasi dari peristiwa yang terjadi pada 6 September 2024, ketika Nia menghadapi akhir hidup yang memilukan saat pulang mencari nafkah.

Film ini diperankan oleh aktor-aktor berbakat seperti Syakira Humaira, Helsi Herlinda, Eka Maharani, Aisyah, Zainal Chaniago, Qya Ditra, Neno Warisman, dan Vivi Misroyani, yang berhasil menghidupkan kembali kisah penuh duka dan harapan ini.

Alur Cerita

Nia, remaja berusia 18 tahun, menjadi tulang punggung keluarga setelah kedua orang tuanya berpisah. Ia mengurus ibunya yang sakit, kakaknya, serta adik bungsu yang masih kecil. Setiap hari, Nia berjualan gorengan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Tragedi terjadi ketika Nia pulang berjualan melewati jalan sunyi dekat area hutan di tengah hujan deras. Jalur ini biasa ia tempuh sendirian, namun hari itu seorang pemuda bernama Andri mengintai dan mengikuti langkahnya. Pertemuan di jalan sepi itu menjadi awal tragedi yang mengguncang masyarakat Kayu Tanam.

Dalam film, Andri digambarkan melakukan kekerasan terhadap Nia. Setelah tiga hari dinyatakan hilang, Nia akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga dan warga yang mengenalnya sebagai gadis pekerja keras dan berhati tulus.

Antusiasme Penonton di Kota Bandung

Penayangan perdana Film Nia di Kota Bandung mendapat sambutan hangat dari para pegiat seni. Seniman film kreatif Bandung Kang Sanjaya turut hadir bersama Randy Zambank dari Forum Kreatif Perfilman Budaya Nusantara dan Kang Rachman (A’Aman) dari Forum Seni Budaya. Mereka dikenal sebagai pecinta seni teater dan hadir kompak menyaksikan film ini, menunjukkan dukungan penuh terhadap karya yang sarat makna tersebut.

Dedikasi Para Sutradara

Aditya Gumay dan Ronny Mepet dikenal sebagai sineas senior yang konsisten menghadirkan karya penuh pesan dan nilai kemanusiaan. Melalui Film Nia, keduanya berusaha menyuarakan potret realitas sosial—tentang perjuangan, ketulusan, dan bahaya yang kerap mengintai perempuan dalam kehidupan sehari-hari.(Riani)

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *