
Banda Aceh,mataelangindonesia com – Di tengah keheningan malam Ramadhan yang sarat makna, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh, Brigjen Pol Dedy Tabrani, menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama sejumlah jurnalis Aceh. Pertemuan ini bukan sekadar temu ramah, melainkan simpul harapan yang dirajut untuk memperkuat barisan dalam memerangi ancaman narkoba yang mengintai masa depan generasi muda.
Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, Dedi Tabrani menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan adalah momentum yang tidak hanya membawa kedalaman spiritual, tetapi juga menjadi pijakan sosial untuk memperkuat sinergi antar pihak. Menurutnya, media massa memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi yang menghubungkan institusi dengan masyarakat, sekaligus sebagai benteng kesadaran publik terhadap ancaman yang mengkhawatirkan.
“Ramadhan mengajarkan kita tentang makna kepedulian dan kebersamaan yang sejati. Media adalah mitra utama kita dalam menyampaikan pesan bahaya narkoba kepada setiap lapisan masyarakat. Kita harus bergerak bersama, menyatukan langkah dan hati, untuk menjaga generasi Aceh dari ancaman yang merusak masa depan,” ujarnya dengan nada penuh keteguhan dan kehangatan.
Kepemimpinan yang humanis dan inklusif menjadi napas pendekatan yang diusungnya dalam menjalankan tugas. Sebagai putra daerah yang telah membuktikan kapasitasnya melalui penanganan berbagai kasus strategis di ibu kota, termasuk insiden bom Sarinah Jakarta, serta menjabat di berbagai posisi penting seperti Kapolsek Menteng dan Kapolres Purwakarta, Dedi mengaku memiliki panggilan batin yang mendalam untuk kembali mengabdi di tanah kelahirannya. Baginya, pengabdian di Aceh bukan hanya tugas struktural yang harus diselesaikan, tetapi amanah moral yang menuntut keikhlasan, keberanian, dan dedikasi yang tak terbatas.
“Pulang ke Aceh adalah panggilan jiwa yang tidak bisa saya abaikan. Saya ingin memberikan yang terbaik bagi negeri yang telah membentuk karakter dan seluruh perjalanan hidup saya. Setiap langkah yang saya tempuh adalah untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi anak cucu kita,” tuturnya dengan penuh rasa hormat terhadap tanah kelahirannya.
Kolaborasi yang dibangun melalui acara ini juga mendapat sambutan positif yang mendalam dari kalangan jurnalis. Perwakilan dari Harian Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, menilai bahwa langkah sinergis antara aparat penegak hukum dan dunia pers merupakan fondasi penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya narkoba.
“Kerja sama yang erat ini menjadi ruang strategis untuk memastikan informasi tentang bahaya narkoba bisa tersampaikan secara akurat, objektif, dan berimbang kepada publik. Hal ini sangat penting untuk membangun pemahaman bersama dan dukungan masyarakat dalam upaya pemberantasan narkotika,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Acara yang diisi dengan tausiah tentang makna mendalam silaturahmi dan kebersamaan di bulan suci tersebut, diakhiri dengan doa bersama yang penuh harapan. Di antara lantunan harap yang terangkat ke langit malam, tersemat tekad bulat untuk menjadikan Aceh lebih kuat, generasi mudanya lebih terlindungi, dan masa depannya bebas dari bayang-bayang narkoba.
Pertemuan sederhana namun bermakna ini menjadi simbol kuat bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas satu institusi, melainkan perjuangan bersama seluruh elemen masyarakat. Ketika aparat negara, media massa, dan masyarakat bersatu dalam satu tujuan, cahaya harapan akan selalu menemukan jalannya untuk menerangi jalan menuju masa depan yang lebih baik.
(Isa A5)
Admin :Teuku Saifuddin Alba
