Mata elang Indonesia
Pidie Jaya – Kamis 12 Februari 2026, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Aceh, Zulkifli, S.Pd., M.Pd., meresmikan fasilitas Donasi Sumur Bor dan MCK di Gampong Mns Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan yang berlangsung pada hari ini tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Tokopedia, sekaligus menjadi wujud kolaborasi strategis antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh.

Bertindak mewakili Gubernur Aceh, Zulkifli membacakan sambutan yang menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun kembali kehidupan masyarakat pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh beberapa waktu lalu.

Air Bersih dan Sanitasi: Fondasi Pemulihan Ekonomi Warga

Dalam sambutannya, Zulkifli menyampaikan bahwa bencana alam yang terjadi tidak hanya merusak hunian dan infrastruktur publik, tetapi juga melumpuhkan akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih dan fasilitas sanitasi. Hal ini, menurutnya, berdampak langsung terhadap kelangsungan hidup, kesehatan, serta aktivitas sosial dan ekonomi warga, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kehadiran fasilitas sumur bor dan MCK ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah fondasi penting untuk memulihkan kualitas hidup masyarakat. Ini adalah langkah strategis dalam menghidupkan kembali ekosistem UMKM di tingkat gampong,” ujar Zulkifli di hadapan para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta para penerima manfaat yang hadir.

Ia menekankan bahwa ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak merupakan prasyarat mutlak bagi pelaku UMKM, terutama di sektor kuliner dan jasa, untuk dapat kembali berproduksi secara higienis, menjaga kualitas produk, serta melindungi kesehatan konsumen.

Mendorong Kebangkitan UMKM dan Ekonomi Lokal

Pemerintah Aceh, lanjut Zulkifli, memandang bahwa pemulihan pascabencana harus diarahkan pada penguatan ketahanan masyarakat secara berkelanjutan. Dukungan terhadap akses sarana dasar merupakan salah satu intervensi kunci agar UMKM dapat segera bangkit, menjalankan usahanya, dan mengembalikan kepercayaan publik.

“Dengan adanya bantuan ini, kami optimistis pelaku UMKM di kawasan terdampak dapat memulai kembali aktivitas ekonomi mereka secara lebih baik. Pada akhirnya, ini akan berkontribusi terhadap percepatan pemulihan ekonomi lokal dan menciptakan ekosistem usaha yang lebih tangguh,” tambahnya.

Apresiasi atas Kontribusi PT Tokopedia

Dalam kesempatan tersebut, Plt Kadiskop UKM Aceh menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT Tokopedia yang telah menyalurkan donasi melalui pembangunan sumur bor dan MCK. Program ini dinilai sebagai praktik baik kolaborasi multipihak yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga solusi jangka panjang bagi warga.


“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari dunia usaha seperti yang dilakukan Tokopedia adalah bukti nyata bahwa solidaritas dan tanggung jawab sosial dapat bersinergi dengan program pemerintah. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi inspirasi dan terus berlanjut di wilayah lain yang membutuhkan,” ungkap Zulkifli.

Harapan untuk Keberlanjutan

Menutup sambutan, Zulkifli mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun secara optimal. Ia menekankan bahwa keberlanjutan manfaat dari program ini sangat bergantung pada kepedulian dan partisipasi aktif warga dalam merawat sarana yang ada.

“Semoga fasilitas sumur bor dan MCK yang diresmikan hari ini menjadi berkah, membawa kemaslahatan, dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Gampong Mns Bie dan sekitarnya. Mari kita jaga bersama sebagai bentuk syukur kita atas nikmat Allah SWT,” tutupnya.

Peresmian ditandai dengan doa bersama dan peninjauan langsung fasilitas oleh Plt Kadiskop UKM Aceh beserta jajaran Forkopimcam dan perwakilan mitra swasta. Masyarakat setempat menyambut antusias bantuan tersebut, yang dinilai sangat mendesak mengingat sulitnya akses air bersih pascabencana di wilayah tersebut. penulis Muhammad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *