Mataelangindonesia.com – Palembang Sumsel, Korem 044/Gapo menggelar sholat sunat Istisqa’, sholat berjamaah untuk memohon turunnya hujan dari musim kemarau/kekeringan. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Makorem 044/Gapo KM. 4 No. 5 kota Palembang dan dipimpin langsung oleh Komandan Korem 044/Gapo, Brigjen TNI M. Naudi Nurdika, S.I.P., M.Si., M.Tr (Han) yang di wakili oleh Kasrem 044/Gapo, Kolonel Inf. M. Thohir, S.Sos, M.M., serta diikuti pula PJU korem, prajurit, PNS dan warga korem 044/Gapo Jum’at (13-10-2023)
Dalam sholat istisqa’ kali ini, diimami oleh Lettu Inf. Samsul Rizal (Ustadz. Sam) dan dilanjutkan dengan tausyiah dan do’a. Kegiatan ini merupakan bentuk do’a bersama untuk memohon kepada Yang Maha Kuasa agar kiranya sesegera turunnya hujan, mengingat kondisi cuaca yang saat ini musim kemarau, yang mungkin mengalami kekeringan atau cuaca yang tidak bersahabat dimana-dimana,” imbuh lettu Samsul Rizal
Menyampaikan juga bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian terhadap kondisi cuaca dan lingkungan sekitar. “Kami berdo’a dengan tulus agar Allah SWT melimpahkan hujan kepada kita semua, sehingga dapat mengatasi kekeringan dan menjaga kesuburan tanah, hujan yang memberikan manfaat bukan mudhorat, Aamiin yaa Robbal’alamin.”
Kegiatan sholat istisqa’ ini juga sebagai momen untuk mempererat tali silaturahmi di antara personil Militer Korem 044/Gapo, PNS serta warga masyarakat sekitar yang juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga do’a bersama ini menjadi salah satu usaha untuk mengatasi permasalahan cuaca dan iklim yang saat ini sedang dialami.
Berikut ringkasan tata cara salat istisqa’ yang digelar di Makorem 044/ Gapo Palembang
1. Salat dua rakaat.
2. Rakaat pertama takbir tujuh kali sebelum membaca surat Al-Fatihah.
3. Rakaat kedua takbir lima kali sebelum membaca surat Al-Fatihah.
4. Khotbah dua atau sekali sebelum (atau setelah) salat. Khotbah setelah salat lebih utama.
5. Sebelum masuk khotbah pertama khatib membaca istighfar sembilan kali.
6. Sebelum masuk khotbah kedua khatib membaca istighfar tujuh kali.
7. Perbanyak doa dalam khotbah kedua.
(Adipatih)
Editor : Aslam
