IMG-20251201-WA0006

Tuban||mataelangindonesia.com- Proyek jembatan Pakel-Sumurgung Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, menjadi sorotan tajam awak media. Senin (1/12/2025). semakin dikebut masa pengerjaannya.

Proyek yang sumbernya dan anggarannya tidak diketahui darimana asalnya dikarenakan tidak dipasang papan informasi dan Dinas PUPR yang dikonfirmasi tidak merespon sampai sekarang. Proyek tersebut saat ini sedang melakukan pekerjaan pengecoran dibagian penyangga jembatan, mungkin jembatan dulu sudah lapuk atau usang.

Dari pantauan media mata elang indonesia , pembangunan jembatan tersebut, dalam tahap pekerjaannya pihak pelaksananya mendirikan jembatan darurat. Jembatan itu, hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Jembatan darurat yang seukuran lebar 1 meter dan panjang kurang lebih 5 meter itu, banyak dikhawatirkan oleh pelintas di jembatan tersebut, rekontruksi nya hanya terbuat dari kayu bambu yang dianyam kecil dan tipis, sehingga banyak para pengendara merasa was-was saat melintasi.

“Khawatir patah dan ambruk,” kata salah seorang pegandara roda dua yang melintas, Senin (1/11/2025).

Dikatakannya, bahwa dirinya merasa sangat khawatir saat melintasi jembatan darurat yang berlokasi di proyek tersebut. apakah ini potret jembatan sementara di Indonesia khususnya di Kabupaten Tuban, kenapa harus memakai kayu bambu? apakah hal semacam ini tidak dianggarkan dalam RAB atau diduga mencari tambahan keuntungan? meskipun daerah kita melimpah pohon bambu, jangan seenaknya atau dianggap enteng, gunakan bambu saja lebih dekat nyarinya, lebih murah harganya, tanpa memikirkan keselamatan orang yang melintas. Kalau terjadi yang tidak diinginkan siapa yang dimintai tanggungjawab.

Seindahnya pemerintahan Kabupaten Tuban harus melibatkan masyarakat musyawarah dalam pembangunan fasilitas dan infrastruktur pemerintahan dalam menunjang perekonomian masyarakat bukan seperti ini, ketika ada pembangunan jembatan, aksesoris jalan ditutup harus putar balik kalau tidak buat jembatan bambu yang keselamatan tidak menjamin.

Sampai saat ini belum ada klarifikasi dari pihak manapun.

Harapan media semoga Pemerintahan Tuban bisa berbenah dan tentunya melibatkan masyarakat dalam keputusan pembangunan sarana dan prasarana.

Moh.Subiyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *