
Banda Aceh,mataelangindonesia.com — Pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, Isa Alima, mengimbau seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran agar senantiasa mengutamakan keselamatan selama berada di jalan raya. Ia menegaskan bahwa perjalanan pulang kampung bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum penuh makna yang dipenuhi harapan dan doa dari keluarga di kampung halaman.
Menurutnya, setiap kendaraan yang melaju di jalan raya membawa rindu yang dipikul dalam diam. _*Di balik kemudi, ada wajah-wajah yang dinanti di rumah, ada pelukan yang telah lama tertunda, serta kebahagiaan yang ingin dirajut bersama dalam suasana Idul Fitri.*_ Karena itu, ia meminta para pemudik untuk tidak tergesa-gesa atau memaksakan diri saat berkendara.
_*“Jangan kebut-kebutan di jalan raya. Ingat, keluarga sangat menanti kedatangan kita.*_ Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar Isa Alima dalam keterangannya, Senin.
Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi rambu lalu lintas dan aturan berkendara. _*Kepatuhan terhadap aturan, menurutnya, bukan hanya demi diri sendiri, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap sesama pengguna jalan.*_ Dalam suasana mudik yang padat, disiplin berlalu lintas menjadi kunci untuk menghindari kecelakaan dan menjaga ketertiban bersama.
Selain itu, Isa Alima menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik selama perjalanan. Ia mengimbau para pemudik untuk *_beristirahat jika merasa lelah dan tidak memaksakan diri saat mengantuk._* Baginya, keselamatan tidak boleh dikompromikan oleh keinginan untuk cepat sampai di tujuan.
*_“Jika lelah, berhentilah sejenak. Jika mengantuk, tidurlah. Perjalanan bukan soal cepat atau lambat, tetapi tentang selamat sampai ke pelukan keluarga,” katanya._*
Ia juga memberikan apresiasi kepada pihak keamanan dan petugas di lapangan yang terus berjaga demi kelancaran arus mudik. Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan aparat menjadi fondasi penting dalam menciptakan perjalanan mudik yang aman dan nyaman.
Momentum Lebaran, lanjut Isa Alima, adalah saat yang sarat dengan nilai kebersamaan dan penguatan ikatan keluarga. Oleh karena itu, keselamatan di perjalanan harus dijadikan sebagai bentuk tanggung jawab moral agar kebahagiaan di hari kemenangan dapat dirasakan secara utuh.
*_“Lebaran adalah perayaan hati yang kembali bersih. Jangan biarkan kelalaian di jalan mengubah kebahagiaan menjadi duka._* Sampailah dengan selamat, karena doa keluarga selalu menyertai,” tutupnya.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri, imbauan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh pemudik agar lebih bijak, sabar, dan penuh kesadaran dalam berkendara, sehingga perjalanan pulang kampung benar-benar menjadi perjalanan yang membawa kebahagiaan, bukan penyesalan.(IsaA5)
