IMG-20260124-WA0041

BENGKALIS : MataElang Indonesian.com – Kapal Layar Motor (KLM) Prima Setia GT 170 yang berlayar dari Tanjung Balai Asahan menuju Selat Panjang kabupaten kepulauan meranti mengalami kecelakaan laut akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Kapal tersebut dilaporkan kandas di perairan Desa Tenggayun, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Jumat (23/1/2026) dini hari.

Meski kapal mengalami kerusakan parah hingga terbelah, seluruh awak kapal yang berjumlah tujuh orang dipastikan selamat tanpa korban jiwa.

Kepala Wilayah Kerja Bukit Batu KSOP Tanjung Buton, Doddy Marsuhendang, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kapal memasuki wilayah perairan Bengkalis pada malam hari saat kondisi cuaca tidak bersahabat.

“Ketika memasuki perairan Bengkalis, kapal menghadapi cuaca buruk disertai gelombang tinggi,” ujar Doddy saat dikonfirmasi, Jumat sore.

Menurutnya, nahkoda kapal mengambil keputusan cepat dengan mengarahkan kapal ke tepi pesisir pantai sebagai langkah penyelamatan untuk menghindari risiko yang lebih fatal di tengah laut.

“Kapten kapal mengarahkan kapal ke pesisir pantai, tepatnya di sekitar Desa Tenggayun, Kecamatan Bandar Laksamana,” jelasnya.

Namun, kapal akhirnya terdampar dan kandas di beting pasir tidak jauh dari pantai. Hingga pagi hari, kapal masih terus dihantam gelombang besar sehingga mengalami kerusakan berat dan terbelah menjadi dua bagian.

“Saat kejadian, kapal berhasil menepi dan kandas di beting. Seluruh kru kemudian dievakuasi ke darat dalam keadaan selamat,” tambah Doddy.

Diketahui, KLM Prima Setia mengangkut muatan berupa barang kelontong, makanan ringan, dan plastik dengan total muatan sekitar 120 hingga 130 ton. Akibat insiden tersebut, sebagian besar muatan kapal hanyut ke pesisir pantai.

“Banyak muatan yang hanyut ke tepi pantai dan diamankan oleh masyarakat setempat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Doddy menyebutkan bahwa awak kapal telah berkoordinasi dengan pemilik kapal serta pemilik barang. Hasil koordinasi tersebut menyepakati bahwa muatan kapal diikhlaskan untuk diambil dan dimanfaatkan oleh warga sekitar.

“Pemilik kapal telah mengizinkan masyarakat mengambil dan menyelamatkan barang muatan kapal,” katanya.

Sementara itu, bangkai kapal KLM Prima Setia yang sudah terbelah masih berada di lokasi kejadian dan dititipkan di pesisir Desa Tenggayun sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari pihak pemilik kapal.

Penulis Desi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *