Oplus_131072

Muna — Proyek pembangunan gedung serbaguna di Desa Tapi-Tapi, Kecamatan Marobo, Kabupaten Muna, menjadi sorotan tajam masyarakat.

Bangunan yang disebut dibiayai melalui anggaran tahun 2024 itu hingga kini belum juga rampung dan diduga mangkrak.

Pantauan warga di lokasi menunjukkan pembangunan gedung yang semestinya menjadi fasilitas umum desa tersebut baru sebatas pondasi. Tidak terlihat adanya aktivitas pembangunan lanjutan sejak proyek dimulai.

Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat yang merasa harapan mereka terhadap pembangunan desa tidak terpenuhi.
Warga menilai proyek tersebut tidak berjalan sesuai dengan perencanaan awal yang disampaikan pemerintah desa.

“Katanya gedung serbaguna sudah selesai, tapi kenyataannya hanya pondasi. Sampai sekarang tidak ada kelanjutan,” ujar salah seorang warga kepada awak media.

Warga mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran pembangunan yang diduga bersumber dari dana pemerintah, baik APBN maupun APBD.

Mereka menegaskan bahwa anggaran desa seharusnya digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.

Sejumlah warga mengaku telah meminta penjelasan langsung kepada Kepala Desa Tapi-Tapi, Usman Balo, terkait kelanjutan pembangunan gedung tersebut. Namun, menurut warga, jawaban yang diberikan dinilai tidak memberikan kejelasan mengenai realisasi anggaran maupun rencana penyelesaian proyek.

Situasi tersebut membuat sebagian masyarakat merasa dirugikan dan menilai pembangunan desa tidak berjalan sebagaimana mestinya. Bahkan, muncul dugaan adanya ketidaksesuaian antara laporan pembangunan dengan kondisi fisik di lapangan.

Masyarakat pun mendesak pemerintah kecamatan, inspektorat daerah, serta pihak terkait di Kabupaten Muna untuk segera melakukan audit dan pengecekan langsung terhadap proyek pembangunan gedung serbaguna tersebut.

Warga berharap adanya keterbukaan informasi agar polemik yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Tapi-Tapi belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum selesainya pembangunan gedung serbaguna tersebut.

Penulis luking

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *