IMG-20261020-WA0664

SABANG  Mediamataelangindonesia.com | Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menggelar pemilihan pengurus baru tingkat provinsi dan kabupaten/kota, sekaligus pelantikan kepengurusan, di Anjong Mon Mata, Selasa (13 Oktober 2027). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum HKTI, Dr. H. Sudaryono, B.Eng., M.M., M.B.A.

Dalam kegiatan itu, TA Khalid disebut sebagai Ketua HKTI tingkat Provinsi Aceh, sedangkan Zulkifli H. Adam juga disebut dalam susunan kepengurusan yang disampaikan. Jabatan masing-masing perlu dipastikan kembali sebelum berita diterbitkan.

Ketua HKTI DPC Kota Sabang melalui Sekretaris Syukri alias T. Bayu mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta membangun semangat baru dalam memajukan sektor pertanian, khususnya di Kota Sabang.

Menurutnya, Sabang memiliki potensi pertanian yang besar berkat kondisi tanah yang subur. Karena itu, pembangunan daerah tidak seharusnya hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga perlu mengembangkan pertanian sebagai sumber ekonomi masyarakat dan kesejahteraan petani.

“Sabang bukan hanya dikenal sebagai daerah wisata. Potensi pertaniannya juga sangat menjanjikan. Dengan tanah yang subur, kita harus mampu mengembangkan sektor pertanian agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani,” demikian pesan yang disampaikan melalui Sekretaris HKTI DPC Kota Sabang.

Ia juga mengangkat identitas Sabang sebagai secuil tanah dari surga, yang menyimpan potensi alam dan sejarah panjang. Salah satu jejak yang disebut masih melekat hingga kini adalah nama Gampong Kebun Merica, yang mengingatkan masyarakat pada tradisi perkebunan rempah di kawasan tersebut.

Lebih jauh, HKTI Kota Sabang mendorong pengembangan wisata agro sebagai salah satu inovasi untuk meningkatkan pendapatan petani. Konsep ini memungkinkan kebun dan ladang menjadi destinasi kunjungan wisata, sehingga petani tidak hanya memperoleh penghasilan dari hasil panen, tetapi juga dari aktivitas wisata yang dikelola secara berkelanjutan.

Melalui konsep tersebut, wisatawan dapat menikmati pengalaman mengenal tanaman, melihat proses budidaya, hingga merasakan suasana kehidupan pertanian secara langsung. Dengan demikian, pertanian dan pariwisata dapat saling melengkapi serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Mari kita bersatu dan membangun semangat baru. Jadikan Sabang sebagai contoh bagi daerah lain. Sebelum hasil panen dipasarkan, kebun dan ladang kita juga dapat memberikan nilai ekonomi melalui kunjungan wisatawan. Inilah peluang yang harus kita kembangkan bersama demi kemakmuran petani.”

Penguatan organisasi HKTI diharapkan menjadi momentum untuk mempererat kerja sama antarpengurus, mendorong inovasi pertanian, serta membangun sinergi antara petani, pemerintah, dan pelaku pariwisata.

Dengan pengelolaan yang terarah, Sabang berpeluang mengembangkan pertanian dan pariwisata secara berdampingan. Potensi tanah yang subur bukan sekadar kekayaan alam, melainkan modal strategis untuk menciptakan lapangan usaha, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ekonomi daerah.

-Mj Eric Karno | Mei Sabang News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *